Rumah Tahsin Iqro Peringati Maulid: Aktifkan Nur Muhammad

oleh -455 views

BOGOR (Lead.co.id) – Rumah Tahsin Iqro telah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, di Caringin, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 27 September 2024.

Acara yang dihadiri oleh 50 peserta dimana seluruhnya adalah ibu-ibu ini dibuka oleh Ketua Panitia, Astriani Sudirman Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan solawat serta Kitab Al-Barzanji.

Kitab tersebut menceritakan tentang kehidupan Nabi Muhammad dari masa kanak-kanak hingga diangkat menjadi Rasul, silsilah keturunannya, sifat mulia yang dimilikinya, dan berbagai peristiwa yang dapat menjadi teladan umat Islam.

Dalam kegiatan itu, Penceramah Ki Guru Agus Pranamulia, Dosen Universitas Nusa Bangsa Bogor memulai dengan pengertian maulid, maulid-an, maulud, mulud-an dan milad dalam konteks ke-kini-an.

Baca :  Maulid Nabi, Polres Bogor dan Forkopimda Akan Gelar Tabligh Akbar

Ki Guru yang juga Founder YPSDM Rasaning Rasa, menekankan pentingnya untuk memulai pengkajian diri sendiri. Menurutnya, ketika kita bersholawat kepada Nabi Muhammad saw, pada hakekatnya adalah sedang mengaktifkan Nur Muhammad (cahaya terpuji) yang terdapat dalam diri kita sendiri.

“Mengapa harus diaktifkan ?, jarena selama ini Nur Muhammadnya tertimbun dan terhalang oleh hawa nafsu kita sendiri,” ujar dia.

“Disinilah fungsi kita harus bersholawat setiap saat, mendo’akan Nabi Muhammad saw, dan yang paling penting adalah membenahi diri kita sendiri,” tambah dia.

“Setelah Nur Muhammad aktif dan terbuka, maka manusia dengan sendirinya dapat menaikan level (maqom) dari jiwa ammarah, lawwamah, Mulhamah, Muthaminnah, bahklan sampai dengan Rodiyah, Mardiyah dan Kamilah,” ujarnya.

Baca :  Maulid Nabi: GMPI Kota Bogor Gelar Sholawat dan Tausiyah

Sementara itu, Ketua Panitia ibu Astriani Sudirman, sangat berharap kepada peserta yang hadir agar senantiasa memahami Al-Qur’ani dan artinya kitab suci umat Islam yang berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia dalam mengarahkan kehidupannya.

Menurutnya, al-Qur’an mengandung ajaran tentang aqidah, syariah, dan akhlak, namun al-Qur’an juga mengandung isyarat-isyarat ilmiah yakni mengandung ayat-ayat sains dan teknologi.

Al-Qur’an, kata dia, adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril sebagai petunjuk bagi umat manusia. Al-Qur’an diturunkan untuk menjadi pegangan bagi mereka yang ingin mencapai kebahagian dunia dan akhirat.