SDN di Kota Bogor Gelar Wisuda di Hotel, Orang Tua Murid Terbebani

oleh -389 views

BOGOR (Lead.co.id) – Sejumlah orang tua murid di Kota Bogor menyatakan keberatan karena dibebani biaya kegiatan Wisuda atau perpisahan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang cukup besar.

Menurut sejumlah wali murid, wisuda itu akan dilangsungkan di salah satu hotel di Kota Bogor dengan biaya Rp 1,3 juta. Hal itu menuai protes dari sejumlah orang tua yang merasa terbebani.

Kegiatan tersebut seakan dipaksakan oleh pihak komite sekolah, meski telah ada larangan dari Gubernur Jawa Barat dan penegasan dari pemerintah daerah.

Padahal, sebagian besar wali murid menyatakan siap mendukung acara sederhana yang digelar di lingkungan sekolah, tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.

Baca :  Sekolah di Kota Bogor Diperbolehkan PTM Terbatas Mulai 21 Maret

“Kami merasa dipaksa untuk ikut, meskipun tidak semua orang tua mampu. Ini bukan soal tidak ingin mendukung anak, tapi soal keadilan dan sensitivitas terhadap kondisi ekonomi masyarakat,” ujar salah satu wali murid.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi telah menyatakan bahwa kegiatan wisuda atau perpisahan yang bersifat formal dan menggunakan gedung mewah bukan merupakan keharusan, terlebih jika membebani wali murid.

Penegasan serupa juga disampaikan saat kunjungan sapaan akrab KDM (Kang Dedi Mulyadi) yang juga disaksikan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.

Baca :  Komisi III Soroti Pembangunan Dua Sekolah Satu Atap

Dalam kunjungannya di Kota Bogor, Kang Dedi Mulyadi menyampaikan larangan terhadap kegiatan outing class atau study tour, meskipun masih dilakukan di wilayah Jawa Barat. Kegiatan tersebut dianggap tidak relevan dengan kurikulum dan berpotensi menyulitkan orang tua secara finansial.

“Perpisahan sekolah seharusnya bisa dilakukan secara sederhana. Bogor ini kaya akan tempat edukatif yang bisa dijadikan lokasi kegiatan tanpa harus keluar kota atau menyewa gedung. Jangan sampai ada kesan memaksakan kehendak pribadi dari pihak komite sekolah,” tegas Gubernur Jawa Barat.

Dia juga mendorong sekolah dan komite untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan yang menyangkut seluruh murid dan wali murid, serta tetap mengedepankan nilai-nilai pendidikan yang inklusif dan tidak diskriminatif.

Baca :  Gertak PSN di Kota Bogor, Libatkan Siswa Berantas Sarang Nyamuk

Saat berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun komite belum memberikan keterangan resmi terkait keberatan para orang tua tersebut.