Negara Indonesia memiliki keberagaman yang menjadi ikon dan sekaligus menjadi ciri khas. Agama di Indonesia meliputi; Islam, Katolik, Kristen, Budha, Hindu, Khonghucu. Keberagaman agama tersebut menjadi sentral terkhusus masyarakat yang mengimani kepercayaan mereka. Lebih-lebih untuk berelasi dengan Tuhan.
Masyarakat di Indonesia memiliki banyak agama, dan cenderung lebih banyak muslim ketimbang agama-agama lain. Agama muslim menjadi mayoritas dan agama lain menjadi minoritas, karena memang penganut lebih banyak pada kepercayaan muslim.
Dikutip dari Diktat Perbandingan Agama dalam Dewantara, agama universal tidak lagi terbatas pada watu wilayah tertentu dari satu suku, dari satu bangsa atau juga dari satu budaya dan bahasa tertentu (2019:40). Artinya bahwa, Agama memang melampaui dari segi hal tersebut, karena memang agama telah menjadi sebagian besar kepercayaan akan iman. Tujuan masing-masing agama terlebih sama, yakni berelasi dengan Allah.
Keberagaman ini antara lain dipengaruhi oleh letak geografis di jalur perdagangan internasional. Dukungan kekayaan alam yang melimpah dan diperlukan oleh bangsa lain, maka para pedagang asing datang ke Indonesia. Selain melakukan kegiatan berdagang, mereka juga menyebarkan ajaran agama dan kepercayaan yang mereka yakini.
Agama Hindu dan Budha masuk dibawa oleh bangsa India yang sudah lama berdagang dengan Indonesia, kemudian menyusul para pedagang Gurajat menyebarkan ajaran Islam. Kedatangan bangsa Eropa membawa ajaran agama Kristen dan Katolik, sedangkan pedagang dari Cina menganut agama Kong Hu Chu.
Berbagai ajaran agama diterima oleh bangsa Indonesia karena sebelumnya masyarakat sudah mengenal kepercayaan seperti animisme dan dinamisme. Juga sifat keterbukaan masyarakat Indonesia menerima budaya lain.
Dalam konteks hubungan antar umat beragama, toleransi bermakna membiarkan situasi tetap tenang dan rukun, sehingga setiap orang dapat menjalankan ibadah atau ajaran agamanya masing-masing tanpa disertai konflik. Prinsip serupa sesungguhnya juga berlaku di internal umat suatu agama. Perbedaan antar mazhab, umpamanya, seyogianya dihadapi dengan penuh toleransi agar tidak menjurus pada kekerasan.
Toleransi mengandaikan kemajemukan di tengah masyarakat. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? Maka dari itu, tidak ada gunanya memaksakan penyeragaman (homogenisasi) karena keberagaman justru merupakan sunatullah yang sepatutnya disyukuri.
Sepanjang sejarah, sikap toleran sudah mewarnai hubungan antara kaum Muslimin dan non-Muslim. Pembebasan Makkah merupakan contoh penting tentang pengutamaan prinsip tenggang rasa, bahkan ketika orang Islam sedang berjaya.
Habib Ja’far Al Hadar, pendakwah islam yang kini makin terkenal dengan program acara “Login” yang tayang di Youtube Pribadi milik Dedy Corbuzier sepanjang bulan Ramadhan tahun 2023. Pada program itu sendiri, Habib Jafar ditemani oleh Onadio Leonardo.
Motif sesungguhnya Habib Ja’far di program “Login” itu dituturkan melalui unggahan Instagram pribadi miliknya. Pada unggahannya, Habib Jafar menjelaskan saat dirinya mengunggah sebuah pernyataan seorang netizen yang sering menyaksikan program Habib Jafar bersama Onad.
Konten Login adalah konten di mana Onadio Leonardo akan bertanya tentang Islam, lalu Habib Husein Ja’far Al-Hadar akan menjawab dan menjelaskan. Pertanyaannya tentang tujuan konten Login itu sendiri, seperti apakah untuk mengislamisasi orang lain, apakah untuk menunjuk-nunjukkan Islam yang paling benar, dan sebagainya.
Hasil yang saya tulis dari konten video program Login tersebut, yang pertama yaitu program Habib Jafar, dan Onad dengan narasumbernya salah satu dari tokoh agama Khonghucu yang biasa dipanggil dengan nama Koh Aldi. Khonghucu identik dengan mayoritas China, karena asalnya datang ke Indonesia melalui perdagangan.
Isi dari video tersebut sangat menarik menceritakan tentang seluk-beluknya dari agama Khonghucu dimulai dari apa yang dilarang dalam agamanya dan apa yang tidak dilarang oleh agamanya.
Dalam agama Khonghucu mayoritas tidak banyak larangan dalam segi makanan atau minuman. Menurut agama Khonghucu dimana berbuat dosa tidak begitu tertulis didalam kitabnya, tetapi Ketika umatnya berbuat jahat akan mendapatkan malapetaka, dan jika berbuat baik akan mendapatkan berkah. Umat Khonghucu dalam perayaanya ada “Tahun baru Imlek” dan “kuanyang” atau (bacang).
Agama Khonghucu ada dua cara proses pemakaman yaitu, ada yang dikubur dan ada yang dikremasi. Menurut Koh Aldi soal proses pemakamannya itu balik lagi kepada pihak keluarganya masing-masing. Program video ini semakin menunjukan sikap toleransinya dengan perbedaan agama dan keyakinannya.
Konten video kedua yaitu Program Habib Jafar, dan Onad dengan narasumbernya yaitu Romo tokoh dari agama Katolik. Isi dari video ini menceritakan tentang agama Katolik dimulai dari perbedaan tentang puasa, dalam agama Khatolik ada yang namanya puasa paskah, yaitu puasa dari Rabu abu (40 hari sebelum paskah).
Semakin erat hubungan toleransi antar keberagaman agama dan keyakinan membicarakan perbedaan tentang agama Islam dan Katolik. Kalau di Islam, melakukan perbuatan yang tidak baik seperti meminum-minuman haram yang memabukkan maka itu dosa, tetapi kalau di agama Katolik itu termasuk ke perjamuan dan dibolehkan asalkan tidak secara berlebihan.
Penulis:
Andhika Prasetya (044121407)
Rafif Akmal Idris (044121)
Muhammad Zaenal (044121393)





