Oleh: Dr Apendi Arsyad
Menarik membaca tulisan Ketua Korp Alumni HMI Wati (Kohati) Cabang Bogor, adikku Zaza, yeng berjudul “Membaca Ulang Sholeh Khalid: Menghidupkan Perjuangan Melalui Gerakan Intelektual” yang telah dimuat di media online.
Sukron barakallah. Saya senang and happy membacanya artikel Ketua Kohati Bogor tentang bang Sholeh Khalid, namanya yang benar Muhammad Sholeh Khalid (MSK). Almarhum (Alm) bang MSK dan AA sudah merupakan organ ideologis Insan Cita HMI, kakak-adik. Saya AA (Apendi Arsyad) begitu banyak kenangan manis (sweet memory) dengan alm.
Apa yang diopinikan Adinda Zaza, best caractera of MSK saya sangat bersepakat. Tepatnya tanggal 8-9 Maret 1986, 4 tahun sebelum ICMI di Malang, kami sukses menyelenggarakan Semnas dan Pernas Silaturrahmi Cendekiawan Muslim se Indonesia, di Ciawi Bogor, sekarang Kampus Universitas Djuanda Bogor. Saya AA sebagai Ketua Forum Latihan Muslim Intelektual (Folapmi) bermarkas di Asrama Felicia IPB Jln Sempur 20 Bogor, adalah penggagas bersama Bang MSK dkk.
Saya AA bertindak selaku Ketua OC Semnas dan Pernas, sedangkan bang MSK sebagai Ketua SCnya. Narasi apa dan mengapa Pernas Cendekiawan Muslim cukup panjang jika ditulis disini. Saya masih menyimpan arsip ToR, proposal, leaflet dan proseding Semnas dan Pernasnya beserta daftar pesertanya, ada di ruangan perpustakaan pribadi saya di rumah.
Memang apa yg ditulis Adinda Zaza, saya AA merasakan dampak karakter intelektual power yang diajarkan bsng MSK kepada adik2nya di HMI Cabang Bogor antara lain seperti saya AA. Hal ini bagus kita hidupkan kembali tradisi berpikir kader Insancita HMI, yang menurut saya AA selama 2 dasa warsa mengalami degradasi dan kemunduran.
Tapi sayang abang MSK telah mendahului kita, berpulang kerahmatullah. Abang MSK terkena wabah pandemi Covid 19, beliau wafat dan dikebumikan di Medan tahun 2021. Padahal diakhir kehidupan beliau, sedang giat berjuang mewacanakan Kembali ke UUD 1945 Asli, mengajak saya AA menggalakan Semnss dan Pernas atau FGD membahas berbagaii problem ketatanegaraan yang berdampak negatif terhadap pencapaian Cita-cita dan Tujuan bernegara sebagaimana Isi Alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945.
Lembaga Studi Konstitusi tersebut sudah dibentuk dan sudah dideklarasikan di Gedung Joang Jakarta, banyak para tokoh nasional yang hadir, sejumlah makalah pun sudah terkumpul untuk menggelar sebuah forum gerakan intelektual berupa Semnas dan Pernas. Saya pun menyimpan beberapa arsip makalah tsb yang ditulis oleh para hukum tata negara spt bpk Sumantri dll. Akan tetapi sayang perjuangan beliau belum selesai, abangku MSK pun wafat terkena Covid 19 thn 2021 di Medan Sumut.
Saya baru membaca artikel Agus Maksum tentang kritik terhadap demontrasi mahasiswa BEM UI Jumat 12/6-2026 yangt kehilangan arah, nirmakna atau lemah ruhul jihad. Artikel Agus Maksum menjawab pertanyaan hipotetik saya AA tersebut.
Saran saya AA kepada adik-adikku HMI mari kita kembali ke khittah sebagai Insan Akademik, dengan banyak membaca memperkuat kemampuan literasi dan bangkit budaya diskusi, dan kemudian galakan pelatihan menulis beropini publik di media massa dan media sosial. Demikian itu best solution untuk merawat dan meneruskan tradisi intelektual yang dikembangkan bang MSK semasa menjadi aktivis HMI.
Alm MSK pernah menjadi KeTum HMI Cabang Bogor thn 1980/1981, dan KeTum PB HMI periode 1986-1988 hasil Kongres HMI ke XVI di Padang Sumbar, saya AA saksi hidupnya dan juga Timsesnya, kemudian menjadi PB HMI, posisi Ketua Departemen Kekaryaan dan Pembangunan.
Saya AA relatif sering berkomunikasi dan berdua muka dengan bamg MSK. Saking dekat hubungan adik-kakak ideologis, beliau pernah sekeluarga menginap di rumahku di Ciawi Bogor sebanyak 2 kali, kalau bertemu sering. Sedangkan saya AA pernah menginap di rumahnya di Medan, ketika saya ada pekerjaan jasa konsultan di Semelu, transit di Kota Medan.
Saya selaku Ketua Folapmi, sebuah Forum disko mahasiswa antar kampus di Bogor tahun 1984-1986 sering mengundang bang MSK menjadi narsum membahas topik-topik aktul yang ngetren di era 1980an, sehingga menyuburkan tradisi intelektual adik-adik kader Insancita HMI Bogor, pasca Semnas dan Pernas Cendekiawan Muslim thn 1986 tsb.
Beberapa kader HMI yang tampak menonjol dalam kemampuan menulis dan beropini publik spt adikku Arif Satria, Sofyan Syaf, Dodik Ruchimat dan banyak lagi yang lain, sekarang mereka menduduki posisi penting di negara ini, InsyaAllah. mereka berkarier cemerlang.
Sekian dan terima kasih, atas share tulisan tentang alm bang MSK oleh Adinda Fadly Y Tantu, orang tua Zaza, juga kader Insancita HMI. Sekarang berhikmah di kampus dan Kahminas. akhirul kalam, semoga Allah SWT selalu meridhoi dan memberkahi usaha dan perjuangan kita mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT, bebas KKN, Aamiin YRA.
Yakusa!
Al Fatihah buat alm abang MSK semoga Allah SWT menempatkan arwahnya pada golongan orang-orang Sholeh, sesuai namanya.!
Gallery and Ecofunworkshop, Kp Wangun Atas Rt 06 Rw 01 Kel Sindangsari Botim City, West Java, Ahad 14 Juni 2026.
Penulis adalah salah seorang Pendiri ICMI di Malang, Ketua Wanhat MPW ICMI Orwilsus Bogor merangkap Wasek Wankar MPP ICMI, Kortimses Prof. ASA for ICMI One pada Muktamar ICMI thn 2021 di Bandung, Dosen dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor thn 1986-2024, Konsultan, Pegiat dan Pemerhati serta Kritikus Sosial melalui Tulisan-Tulisannya di Medsos

