Site icon LEAD.co.id

Sinergitas Program JHPIEGO dengan Posyandu dalam Menyelamatkan Bangsa

Sinergitas Posyandu, Program JHPIEGO, Program Posyandu

Ibu-ibu membawa Balita sedang menunggu di Posyandu Desa Cijujung, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor [File: Ace Sumanta]

Oleh: Sayu Hadiyanti

Sebelum saya membahas tentang program Posyandu dan JHPIEGO, marilah mengenal secara dekat tentang sejarah Desa Cijujung. Desa Cijujung merupakan sebuah desa yang ada di Kecamatan Cibungbulang.

Desa Cijujung merupakan pemekaran dari Desa Dukuh sejak tahun 1935 walau pada saat itu masih bergabung alias belum punya tempat kedudukan administrasi. Juga pemecahan dari Desa Cimanggu 1 sejak tahun 1934.

Desa Cijujung seluas 290 Ha, di atas permukaan laut 3500 M dan tinggi curah hujan1700 M yang terbagi dalam 4 Dusun, 10 Rukun Warga (RW) dan 25 Rukun Tetangga (RT).

Adapun batas-batasnya sebagai berikut:

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Karehkel Kecamatan Leuwiliang
  2. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Ciaruteun Ilir Kecamatan Cibungbulang
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Cimanggu 1, Desa Dukuh dan Desa Galuga Kecamatan Cibungbulang
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Karehkel Kecamatan Leuwiliang

Urutan Para Pemimpin atau Kepala Desa:

  1. H. Darta (sejak 1934 — 1963
  2. HM. Dudung (sejak 1963 — 1985)
  3. H. Daom Subrata (sejak 1985 — 2001)
  4. M. Agus Sutarman (sejak 2001 — 2003)
  5. Encep Hasan (sejak 2003 — 2013)
  6. Iwan Setiawan (sejak 2013 — 2019)
  7. Ahmad Baejuri (Pejabat Sementara sejak 2019)
  8. Hapit Priyatna (sejak 2019 — sekarang)

Jumlah Penduduk

Berdasarkan data desa sampai tahun 2018 bahwa jumlah penduduk adalah:

  1. Laki-laki sejumlah 4.369 dengan prosentase 55 peren
  2. Perempuan sejumlah 3.917 dengan prosentase 45 persen. Tentu saja secara data kependudukan Desa Cijujung hingga tahun 2022 adalah bertambah 2 persen

Berdirinya Posyandu

Posyandu secara nasional dicanangkan oleh Presiden Soeharto sejak tahun 1986. Dengan menetapkan Hari Posyandu Nasional setiap tanggal 29 April setiap tahunnya. Oleh karena itu, tentu saja tidak secara otomatis berlaku di seluruh Provinsi, Kabupaten dan kota di Indonesia.

Secara sosiologis dan setiap daerah kabupaten, kota, kecamatan dan kelurahan – desa berbeda-beda mengingat kesiapan, keberadaan kader dan infrastruktur suatu wilayah. Tentu saja tidak sama dan tidak merata.

Seperti halnya di Desa Cijujung efektif ada sejak tahun 1980 saat Kepala Desa dijabat oleh H. Daom Subrata. Dirasa sangat bermanfaat maka berlangsung sampai saat ini. Begitu juga Posyandu Melati V sudah ada sejak tahun 1980 , namun difungsikan rumah kader sebagai tempat Posyandu.

Waktu terus berlalu begitu juga kader silih berganti. Sejak tahun 2004 baru memiliki Posyandu walau tempatnya belum memadai dengan nama Posyandu Citra Melati terletak di RW 05 Desa Cijujung.

Kini sejak tahun 2022 Posyandu Melati V sudah memiliki Posyandu secara permanen ada ruangan pemeriksaan, tempat penimbangan anak, termasuk untuk parkir di atas tanah hibah keluarga kami (Ketua Posyandu). Anggaran pembangunan dari Anggaran Pemerintah Desa dan dibantu keluarga.

Tujuan Posyandu

Tujuan pendirian Posyandu sangat baik dan positif yaitu:

  1. Menurunkan angka kematian bayi (AKB)
  2. Angka kematian ibu (ibu hamil) melahirkan dan nifas
  3. Membudayakan NKBS/PHBS
  4. Meningkatkan peranserta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya untuk mencapai masyarakat sehat dan sejahtera.

Korelasi JHPIEGO dengan Posyandu

Sangat relevan dan saling berhubungan secara sinergitas. Keduanya sama-sama untuk meningkatkan kegiatan kesehatan bayi dan juga ibunya. Dapat penunjang percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak bayi melalui upaya pemberdayaan masyarakat. Perbedaannya tentu saja dari program dan pendanaan.

JHPIEGO adalah sebuah lembaga nirlaba untuk membantu Posyandu di bidang kesehatan baik pelatihan maupun pemberian fasilitas guna mendukung dan menunjang kegiatan Posyandu. Bantuan program pembelajaran dan disiapkan Tutor yang secara administratif didukung oleh Desa, kecamatan maupun urun-rembugnya Bidan Desa agar terarah dan berkesinambungan programnya.

JHPIEGO merupakan lembaga non-profit dunia yang bergerak di bidang kesehatan dan berafiliasi dengan Johns Hopkins University. Kerjasama yang saling menguntungkan dengan Kementerian Kesehatan RI guna membantu peningkatan kapasitas kesehatan di desa-desa. Secara sinergitas tentunya. Bantuan peralatan yang amat diperlukan sehingga dapat dirasakan manfaatnya.

Ada 30 desa yang meliputi 3 kecamatan yang berbeda di Kabupaten Bogor yakni Kecamatan Cibungbulang, Kecamatan Tenjolaya dan Kecamatan Leuwisadeng. Pembekalan kepada Kader Posyandu untuk diimplementasikan di masyarakat masing-masing.

Peningkatan kapasitas itu akan berimbas kepada Sumber Daya Manusia (SDM) kader itu sendiri. Tentu saja dengan penuh harapan program itu dilanjutkan dengan merambah kepada desa lainnya di kecamatan yang berbeda.

Penutup

Demikian kiranya pemaparan singkat. Senantiasa bermanfaat untuk kita semua khususnya bagi para kader sebagai pejuang kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat.

Sebagai saran program JHPIEGO sangat bermanfaat kiranya bisa tetap dilanjutkan untukbke depannya, begitu juga kami mengucapkan terima kasih kasih telah diberikan ilmu dan pembekalan dalam pelatihan menuju kader Pisyandu yang cerdas dan Gerakan Cepat (Gercep).

Penulis adalah Ketua Posyandu Melati V Desa Cijujung kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor

Exit mobile version