BOGOR (Lead.co.id) – Aliansi Insan Pers Bogor Raya (AIPBR) memberikan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Bogor, Ade Yasin beberapa waktu lalu.
“Selamat kepada KPK yang Telah Berhasil Menangakap OTT Ratu Bodrek,” kata ketua AIPBR, Livaber Simanjuntak saat konferensi pers, di depan kantor Pemkab Bogor, pada Sabtu (30/4/2022).
Sebelumnya, Ade Yasin sempat mengungkapkan kegeramannya terhadap para wartawan dan LSM yang kerap mencari kesalahan Kepala Desa. Pernyataan itu diunggah dalam laman Diskominfo Kabupaten Bogor dan diterbitkan di sejumlah media massa.
“Jadi Kepala Desa sering didatangi oleh wartawan bodrek, atau LSM yang tidak jelas identitasnya, atau juga oknum yang mengatasnamakan aparat penegak hukum,” terang Ade saat kegiatan Rebo Keliling (Boling) di Klapanunggal, pada Rabu (16/6/2021).
Dirinya juga mengaku sengaja membawa “wartawan asli” dalam kegiatan Boling untuk mengikis keberadaan “wartawan bodrek”. Dengan demikian, kata dia, lama kelamaan mereka akan habis.
“Nantinya yang merasa wartawan ‘bodrek’ kalau liat wartawan asli pasti minggir,” sebut Ade menegaskan.
Pernyataan Ade Yasin itu memicu protes puluhan wartawan yang mengatas-namakan Aliansi Insan Pers Bogor Raya (AIPBR) dengan melakukan demonstrasi di depan kantor Pemda Bogor.
Kini, KPK telah menetapkan tersangka terhadap Bupati Bogor beserta tiga jajarannya dan empat pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat, serta mengamankan barang bukti uang senilai Rp 1,9 miliar
KPK menduga Ade Yasin melakukan tindak pidana korupsi terkait suap kepada pegawai BPK dengan tujuan agar laporan keuangan Pemda Bogor tahun 2021 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Alif sapaan akrab Livaber itu berharap, kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat yang bertugas mengelola uang negara yang bersumber dari masyarakat.
“Ini jadi pelajaran bersama untuk anak bangsa dalam menggunakan anggaran negara, anggaran masyarakat, tidak boleh gegabah dan sesukanya di luar aturan,” kata Alif.
Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengapresiasi dukungan masyarakat sehingga lembaganya dapat melaksanakan pemberantasan korupsi, salah satunya terhadap Bupati Bogor.
“KPK menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat dan seluruh pihak sehingga KPK bisa melaksanakan tugas-tugas pemberantasan korupsi,” kata Firli dalam keterangannya.
Firli mengatakan, saat ini pihaknya masih memeriksa Bupati Bogor dan para pihak lainnya yang telah ditangkap.
“Pada saatnya KPK akan memberi penjelasan, mohon bersabar. Terima kasih,” ucapnya.

