Site icon LEAD.co.id

SMART Harap PAW Gerindra Sultra Tidak Memiliki Catatan Buruk dalam Demokrasi

PAW, DPR RI, Gerindra Sultra

Gedung DPR RI

LEAD.co.id | Koordinator Serikat Mahasiswa Sulawesi Tenggara (SMART) Jakarta, Akril Abdillah mengungkapkan Pengganti antar waktu (PAW) anggota legislatif merupak hal yang lazim. Seorang anggota dewan bisa diganti dengan berbagai alasan dalam masa jabatan yang sedang berjalan misalnya meninggal, mencoreng nama partai bahkan tanpa keterangan yang jelas.

Belum lama ini, Gerindra telah ditinggal (wafat) salah satu kader terbaiknya, Politisi Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Imran, M.Si selaku Anggota DPR RI Dapil Sultra, dan juga ketua DPW partai Gerindra Sultra. “Masyarakat Sulawesi Tenggara tentu sangat berduka atas meninggalnya mendiang H. Imran”, ucap Akril panggilan akrab Akril Abdillah, Kamis (2/4/2020).

Lebih lanjut Akril mengatakan meninggalnya H. Imran akan menjadi tugas berat bagi DPP Gerindra untuk menentukan Pengganti Antar Waktu (PAW), pasalnya H. Imran merupakan kader yang memiliki rekam jejak bagus, berintegritas dan berkualitas.

“DPP Gerindra hendaknya dalam penetapan PAW pada partai Gerindra khususnya Dapil Sultra lebih memprioritaskan kader yang berintegritas, berkualitas dan tidak cacat demokrasi” ujarnya.

Mahasiswa Magister Manajemen ini menyampaikan pada suara terbanyak kedua setelah alm. H. Imran pada Pemilu 2019 adalah Haerul Saleh.

“Namun perlu diketahui bahwa pada pilcaleg 2014 silam, Haerul Saleh, telah digugat oleh calon lain H Aptati Kamaruddin, karena Haerul Saleh diduga telah melakukan penggelembungan suara yang mengakibatkan pemecatan pada 5 anggota komisioner KPU Kolaka dan ini merupakan catatan dan preseden buruk bagi demokrasi di Indonesia”, ucapnya.

Akril melanjutkan bahwa pada pilgub sultra 2018 lalu Haerul saleh sebagai kader dan anggota DPR RI dari Partai Gerindra dengan terbuka dan lantang tidak sejalan dengan keputusan Partai malah mendukung dan membantu calon yang diusung partai lain.

“ini kan jelas-jelas melawan keputusan partai yang ditetapkan dan ditanda tanggani oleh ketua umum partai Prabowo dan sekjen partai Ahmad Muzani”, jelasnya.

Ia juga membeberkan bahwa selama mengabdi sebagai wakil rakyat di DPR RI periode 2014-2019 tidak ada konstribusi signifikan bagi rakyat Sultra. Sehingga Kami berharap DPP Gerindra untuk lebih selektif, menjunjung nilai-nilai profesionalisme, integritas dalam menentukan Pengganti Antar Waktu (PAW) Gerindra Dapil Sultra.

“Kami berharap juga PAW Gerindra Sultra tidak memiliki catatan buruk dalam mengukir demokrasi”, pungkasnya.

Reporter : Ainul Y.
Editor : Aru Prayogi

Exit mobile version