Site icon LEAD.co.id

Tata Kota Madiun yang Berkemajuan

Tata Kota Madiun, Madiun, Apendi Arsyad, Tata Kota

Kota Madiun

Oleh: Apendi Arsyad

Alhamdulillah, tahun 2022 ini, saya dua kali pulang ke kampung kelahiran istriku, Kota Madiun untuk menghadiri pesta perkawinan anggota keluarga. Senang rasanya hati ini, menemani istri tercinta pulang ke kampung halamannya untuk bersua dan bersilaturrahmi dengan para kerabatnya baik yang bermukim di perkotaan maupun di desa-desa.

Seperti biasanya, hobbyku, disela-sela waktu senggang, diluar acara keluarga, selama di Madiun, saya berolah raga jalan kaki di taman Alun-alun kota, sambil menikmati suasana pemandangan dan kesibukan warga masyarakat kota memadati jalan-jalan.

Pada hari itu cuaca cukup cerah, mentari mau tenggelam di upuk barat. Saya pun berkesempatan jalan sore-sore ke tempat pusat perbelanjaan Mal Sari Ratu Madiun, dengan melalui arena pedesterial “Malboro Madiun” yang apik dan menawan.

Di arena pelestarian tersusun rapi meja-kursi dan tenda, tempat istirahat dan bersenang-senang. Pepohonan hijau berupa tanaman hias tumbuh subur, yang memberikan keasrian dan kenyamanan kota. Lampu-lampu hias taman dan jalan trotoar yang antik juga terpasang dengan apik. Juga deretan pertokoan, yang menjual berbagai barang dan makanan (kuliner) tersedia cukup banyak pilihan.

Selama saya berada di pusat perbelanjaan di arena Taman Kota Madiun, saya menilai bahwa Kota Madiun mengalami berbagai kemajuan, terutama tata kota yang semakin cantik, indah dan nyaman. Jujur saya berkata bahwa Wali Kota Madiun, Maisyir berhasil membangun kota ini, jika dibandingkan para pendahulunya yang banyak tersandung perbuatan tak terpuji, korupsi.

Kesan saya selama berjalan di pagi hari, dan juga sore, terkadang hingga malam hari, saya memperoleh kesan positif. Pengembangan tata kota Madiun saat ini, yang saya lihat dan rasakan, begitu baik.

Jalan trotoar di sepanjang jalan Pahlawan Kota Madiun begitu ramai pengunjung, teristimewa di taman air mancur dan patung Singa, galeri UMKM, dan pedesterian beruntaian bunga-bunga yang menjalar, tempat bercengkrama masyarakat, menikmati ruang terbuka hijau. Mereka bersuka ria, sambil berphoto selfi memakai ponselnya di spot-spot yang berestetika dan menarik.

Para pejalan kaki sambil belanja keluar masuk toko dan venue-venue merasa nyaman, memanjakan dan banyak pilihan bagi para pengunjung. Lampu-lampu hias kesan “antik” berderet-deret menghiasi pusat perbelanjaan di tengah kota Madiun, yang tak begitu jauh jaraknya dari kawasan Alun-alun Kota Madiun.

Saya sempat juga bertanya ke beberapa orang penduduk perubahan drastis (radikal), yang terjadi baru selama 1-2 tahun belakangan ini.

Saya lihat juga saluran air di got-got sekitar perkampungan tampak airnya agak “bening”, bebas dari sampah. Bau tidak enak, “busuk” yang meyeringai di sekitar perkampungan tengah kota Madiun praktis tidak ada lagi. Bau busuk, tidak sedap sudah hilang di kawasan perkotaan Madiun.

Begitu pun sarana lingkungan dan trotoar jalan di depan pertokoan oleh-oleh (sauvenir) Madiun kini tampak bersih, dengan warna-warni keramik yang tersusun indah dipandang mata.

Tidak ketinggalan perumahan penduduk perkotaan, di belakangan jajaran rumah-tokoh (ruko) juga tidak ketinggalan sekarang tampak tertata rapi dan bersih. Bahkan sudah dibangun taman-taman tempat bermain, berolahraga senam kaum lansia, dengan bangunan-bangunan pedesterian yang unik dan menarik.

Pagar pembatas jalan dan saluran dicat warna warni, sehingga enak di
pandang mata. Sedang jalan ke arena masuk ke rumah pemukiman daerah perkotaan juga sudah dipasang “conblox” yang ramah lingkungan, karena ada pori-pori peresapan airnya.

Juga rumah-rumah penduduk sekarang tampak tidak kering-kerontang, gersang lagi, sudah dihiasi dengan aneka bunga hidup, yang ditanam di lahan pekarangan dan pot-pot bunga depan rumah penduduk oleh kaum ibu PKK / Posyandu, dan barang-tentu dibantu para bapaknya.

Alhamdulillah, saya melihat geliat perubahan tata kota Madiun menuju ke arah kemajuan luar biasa pesatnya. Setidaknya gejala perubahan sosial ini terjadi di kelurahan Kotaharjo, daerah Sendang, yang diapit jalan Pahlawan, Sudirman dan jln Cipto Mangunkusumo, persisnya di depan Pasar Besar Kota Madiun. Dahulu ada got-got pembuangan air kotor dan sampah di tengah (gang-gang) pemukiman, yang membuat lingkungan berbau tidak sedap.

Sekarang semua berubah berkemajuan, oleh Walikota got-got tersebut ditutup, dibetonisasi, di atasnya dibangun tenda-tenda pedagang kaki-lima (UMKM), sehingga menambah ruang terbuka (out-door), yang membuat para pengguna jalan kaki nyaman dan bau busuk yang menyengat hidung pun tidak ada lagi.

Menurutku, gejala perubahan sosial dan penataan lingkungan kota Madiun yang cukup menonjol, begitu juga perubahan-perbaikan di areal kawasan dan daerah pinggiran seperti daerah aliran sungai (DAS), bantaran kali Bengawan Madiun, sekarang sudah ditata rapi, dimana jalan-jalan trotoar untuk para pejalan kaki dan pengguna jalan sepeda motor tersedia.

Di lokasi sepanjang DAS terdapat sejumlah arena permainan anak-anak, taman bunga yg indah dipandang mata, tempat duduk dan pedestarian tertata apik. Demikian pun tembok beton pembatas pencegah banjir juga dihiasi dengan berbagai lukisan yg menarik dan tulisan “murai” untuk menyadarkan warga masyarakat tentang menjaga kebersihan dan menegakan kedisiplinan.

Arena wisata sungai (bengawan) Madiun cukup ramai dikunjungi masyarakat lokal dan luar kota, akan tetapi sayang pemanfaatan badan aliran sungai untuk wisata kapal pesiar (cruize) belum ada, apakah kondisi perairannya tidak layak, saya pun tidak tahu.

Demikian juga kondisi lingkungan tebing bengawan Madiun juga belum tertata, tampaknya rawan longsor, ada beberapa ruas tebing belum ada turap beton dan tanaman pepohonan yang bisa menahan abrasi dari derasnya arus air bengawan Madiun. Bahkan ada beberapa orang warga setempat yang menambang pasir liar di DAS Madiun ini, yang barang-tentu merusak lingkungan dan mengundang bencana longsor, seharusnya dicegah, ditertibkan oleh aparat Dinas Satpol PP Kota Madiun.

Taman Alun-alun Kota Madiun seperti yang saya amati ketika saya berolah raga jalan kaki (jogging track) juga menunjukan kemajuan, yang luar biasa. Lingkungan taman Alun-alun sdh ada taman bacaan “gedung Cendekia”, pedertarial, jalan setapak, lapangan hijau dengan taman yang ditumbuhi aneka bunga dan sejumlah tong-sampah yang terdapat di beberapa pojok, serta kandang aneka burung atau satwa.

Hal ini membuktikan bahwa Kota Madiun ini sudah masuk ke dalam kategori “green city” yang ramah lingkungan sesuai konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Untuk berolah raga jalan-kaki pagi atau sore hari, sungguh terasa nyaman dan menyenangkan hati.

Pada sore harinya di arena pinggiran, di luar taman Alun-alun dipenuhi sejumlah tenda-tenda para penjual aneka minuman, makanan dan masakan (kuliner) selera Nusantara. Para pengunjung ke taman Alun-alun Kota Madiun bisa menikmati wisata kuliner, khususnya makanan dan minuman khas Madiun seperti Nasi Pecel, Nasi Padang, Bakso, Somai, Soto, Cendol-Dawet, aneka minuman Juz dll yang enak dan lezat rasanya.

Begitu pun pasar-pasar rakyat telah direvitalisasi, seperti Pasar “becek” Sleko Kota Madiun, yang tadinya agak “kumuh”, sekarang tampak indah dan bersih, kedai-kedai kebutuhan pokok tertata rapi, ada “food court” dengan aneka makanan menu nusantara, dan kemudian para pengunjung pun dihibur dengan lagu-lagu dan musik ala pop rakyat Jawa. Tersedia pula spot-spot untuk berphoto selfi ria, di sisi trotoar jalan dengan bola-bola beton berwarna-warni, tampak indah, yang tersusun berderetan.

Alhamdulillah pulang kampung ke negeri tempat mertua (kota Madiun) menyenangkan hati, sudah banyak perubahan dan kemajuan tata kotanya, yang mengesankan. Salut dengan kepemimpinan bpk Wali Kota Madiun, bpk Maisyir, ASN pensiunan guru, pejabat dinas, terakhir sebelum terpilih menjadi Walikota, beliau adalah Sekda Pemda Kota Madiun.

Berkat kerja keras, komitmen dan bekerja profesionalisme bersama para aparat birokrat yg dipimpinnya, dukungan warga masyarakat, kini sukses menata kota Madiun yang berestetika dan berkemajuan.

Semoga Kota Madiun, Jawa Timur terus mempercantik dirinya, demi membahagiakan warga kotanya, dan para pengunjung wisnu dan wisman yang datang ke kota ini, berlibur aman dan nyaman.

Demikian narasi ini dibuat, bermaksud untuk menggambarkan sesuatu kebaikan dan kesuksesan tengah muncul di tengah kehidupan kita, atas dukungan kepemimpinan Wali Kotanya.

Penulis adalah Pendiri-Dosen Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L, Pegiat dan Pengamat Sosial, kini bermukim di Ciawi Bogor

Exit mobile version