Site icon LEAD.co.id

Tempe Diajukan ke UNESCO, Prof Hardinsyah: Simbol Kekuatan Pangan dan Inovasi Bangsa

BOGOR (Lead.co.id) – Forum Tempe Indonesia (FTI) menggelar perayaan Hari Tempe Nasional (Hartemnas) yang jatuh setiap tanggal 6 Juni, bertepatan dengan hari kelahiran Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Acara ini berlangsung di Hotel Salak Heritage, Kota Bogor.

Prof. Hardinsyah, Ketua FTI mengungkapkan bahwa, tahun ini menjadi tahun spesial karena pemerintah Indonesia telah mengajukan tempe ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia. Dia mengaku bersyukur atas upaya berbagai pihak, termasuk FTI yang mendorong pengakuan ini.

“Kita tidak sekadar merayakan seperti biasanya, tetapi juga menyampaikan rasa syukur atas upaya berbagai pihak yang mendorong pengakuan ini,” ujarnya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, juga hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan rasa bangganya atas produsen tempe di Kota Bogor yang telah mengekspor ke 10 negara. “Ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena tempe bukan hanya digemari di dalam negeri, tapi juga oleh warga mancanegara,” katanya.

Prof. Hardinsyah juga menekankan bahwa tempe adalah simbol kekuatan pangan dan inovasi bangsa yang bisa menjadi produk unggulan Indonesia di mata dunia. “Dahulu istilah ‘bangsa tempe’ sering dikonotasikan negatif, tapi hari ini kita balikkan narasi itu,” ujarnya.

Perayaan Hartemnas ini menjadi momen penting untuk mempromosikan tempe sebagai produk asli bangsa Indonesia yang sederhana namun memiliki nilai gizi luar biasa, terutama sebagai sumber protein nabati. Dengan pengakuan dari UNESCO, diharapkan tempe dapat menjadi lebih dikenal dan dihargai di tingkat internasional.

Exit mobile version