CIANJUR (LEAD.co.id) – Polda Metro Jaya turunkan tim Bidokkes, Brimob dan Relawan SiapBergerak untuk fokus pada memobilisasi korban di kawasan terisolasi ke UGD, perawatan korban gempa, pengungsian terisolasi, pemberian bantuan kemanusiaan, pembagian makanan kepada petugas kesehatan di berbagai rumah sakit di Cianjur, pasien, keluarga pasien dan posko-posko pengungsian.
Bertempat di Posko Bakti PMJ di RS Bhayangkara Cianjur, Wadansat Brimob, Bhakti Suhendarwan menyampaikan, kesatuannya menurunkan 25 personil dan 16 motor trail.
“Sebanyak 25 personil mengoperasikan dua truk dapur umum, 16 motor trail dan juga mengelola ratusan paket bantuan melayani petugas kesehatan serta para korban dan pengungsi selama 24 jam penuh,” sampainya (03/22/22).
Nantinya Tim Brimob setiap harinya akan memasak bahan makanan segar untuk menyiapkan makan pagi, siang dan malam.
“Menu untuk ketiga waktu tersebut, semuanya berbeda-beda setiap hari dan setiap periode waktu,” ucap Iver Mannosoh, Wakil Ketua Pokja Bakti PMJ Cianjur.
Kedepannya, relawan SiapBergerak terus mendampingi tim Brimob dalam menjemput warga yang berhari-hari masih belum tersentuh bantuan kesehatan maupun kebutuhan dasar makanan.
“Tantangan yang dihadapi para relawan SiapBergerak dan brimob ialah lokasi yang jalurnya terputus. Dimana untuk mengakses lokasi hanya dapat menggunakan motor trail di jalur menanjak dan curam, di sisi kanan-kiri diapit oleh jurang, serta hanya dapat dilalui satu buah motor,” ujar Devie Rahmawati, Ketua Operasional Relawan SiapBergerak.
Menurutnya, ada titik tertentu tidak dapat dilalui motor, hingga relawan dan brimob harus berjalan kaki sedikitnya 1-2 KM untuk memeriksa kondisi warga.
“Tidak jarang korban harus digendong menuju motor trail, lalu baru dibawa ke lokasi dimana ambulans berada,” tambahnya.
Sementara itu, Kaposko relawan PMJ, Supriyanto menyampaikan, relawan siapbergerak juga membantu tim brimob untuk bolak-balik membawa supply sembako yang terdiri atas beras, mie instan, air mineral ke desa-desa terisolasi dari kendaraan seperti mobil bahkan motor.
“Para korban selain harus tinggal di luar rumah yang sudah rubuh akibat gempa, tidak lagi memiliki tempat berlindung. Sebagian besar warga terindikasi mengalami gangguan kesehatan seperti Fraktur Humerus, ISPA, Myalagia, Chepalgia, Hipertensi, alergi hingga gatal-gatal,” katanya.
Diakhir Iver menyampaikan, Tim brimob memastikan relawan SiapBergerak untuk mampu menjangkau banyak korban yang belum tersentuh bantuan dengan menginjeksi vitamin, skrining tensi darah, pembagian obat, yang semuanya diberikan secara gratis.
“Posko Polda Metro Jaya sudah memastikan bahwa pengungsi akan terjamin kebutuhan pangan, termasuk kebersihan diri seperti toilet dan air mineral, yang semuanya sudah disiapkan dengan cuma-cuma oleh Polda Metro Jaya,” pungkasnya.
Sumber : Humas Polda Metro Jaya
Editor : Aru Prayogi

