Tingkatkan Integritas, BNN Gelar Diklat Interdiksi Terpadu

99
0

LEAD.co.id | Badan Narkotika Nasional (BNN) gelar Diklat Interdiksi Terpadu di Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNN, Lido Kabupaten Bogor senin (25/2/2019). Acara tersebut dihadiri perwakilan penegak hukum dari berbagai negara, diantaranya fiji, Laos, Srilangka, Filipina dan Timor Leste.

Sebanyak 30 orang peserta selain berasal dari barbagai negara juga dihadiri oleh perwakilan dari kementrian dan lembaga terkait yang diantaranya Bea Cukai, Imigrasi, Bakamla (Basan Keamanan Laut), Polri serta Kejaksaan Agung.

Tujuan digelarnya Diklat Interdikai Terpadu tersebut agar peserta pelatihan dapat meningkatkan komitmen dan integritas, kemampuan profesional, serta meningkatkan kapasitas di bidang penyelidikan dan penyidikan pelacakan aset hasil tindak pidana narkotik dan psikotropika, serta pengawasan di wilayah perbatasan darat maupun laut.

Baca :  Darurat Narkoba, Kodim 0607 Berikan Penyuluhan ke Masyarakat Kota Sukabumi

Selain itu, diklat ini juga dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang permasalahan jaringan dan profilling serta situasi terkini narkotika di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kombespol Sulistyo Pujo Hartono, “dalam pemberantasan narkoba itu ada namanya common goal atau tujuan bersama. disamping adanya perbedaan peraturan dari berbagai negara, tetapi sebagian besar itu memiliki kesamaan goal atau tujuan, yaitu narkoba menjadi musuh bersama” ujarnya

“Sementara BNN sebagai Leader dalam upaya pemberantasan penyalah gunaan narkoba di Indonesia berusaha bekerja dalam tingkat domestik maupun luar negri”

Baca :  Terungkap, Ada Perempuan Saat Penangkapan Andi ARief

“Dalam tingkat domestik kira bekerja sama dengan 25 kementrian dan kelembagaan yang terkait. selain itu kita juga bekerjasama dengan luar negri, karena kita sadar banyak sekali narkoba yang berasal dari luar, dimana ada di propinsi diluar indonesia”

“upaya pemberantasan dengan luar negri tersebut kita wujudkan pada hari ini dimana kita mengundang 5 negara”

mengingat kebutuhan pasar atau supply in demand yang ekonomis dimana harga yang ditawarkan ditempat produksi, contohnya diwilayah segitiga emas di afganistan maupun perbatasan thailand myanmar itu 20.000 sampai di kita bisa berlipat lipat menjadi satu juta hingga satu setengah juta, itulah yang menarik. wilayah Indonesia menjadi market maupun menjadi wilayah transit ke Australia”

Baca :  Darurat Narkoba, Kodim 0607 Berikan Penyuluhan ke Masyarakat Kota Sukabumi

Dengan adanya Diklat ini BNN berharap pengetahuan dan pemahaman peserta tentang strategi kebijakan interdiksi terpadu, Teknik Penyelidikan berbasis IT dan Analisis Intelejen meningkat serta terjalin sinergitas antar negara maupun kementrian/lembaga terkait dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here