BOGOR (Lead.co.id) – Departemen Pendidikan dan Penalaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Pakuan menyelenggarakan acara nonton bareng film dokumenter berjudul Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso. Kegiatan itu diberi nama “Filusi-Hukum”.
Filusi-Hukum merupakan agenda rutin yang akan dilaksanakan oleh Departemen Pendidikan dan Penalaran dengan tujuan memberikan edukasi lewat nonton film dan diskusi. Acara ini berlangsung di Ruang Teater, lantai 4, Gedung Fakultas Hukum Universitas Pakuan. Kegiatan ini dihadiri oleh Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Hukum.
Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah para penonton yang hadir mengikuti acara ini dengan menonton film bersama sampai tuntas, setelah film itu selesai dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab atau yang biasa mahasiswa sebut: diskusi.
Kegiatan tersebut berjalan dipandu oleh seorang moderator bernama Alvita Nur Fadillah dan narasumber sebagai pemantik diawal bernama DR. L. Alfies Sihombing, SH., MH., MM.,CPR., CLA., M.INKOM., CTLC., Med., ACIArb karena ada kepentingan lain yang tidak bisa ditinggalkan maka diakhir pemantik diskusi dilanjutkan oleh Dr. Weldy Jevis Saleh, SH., MH dengan keahlian keilmuan yang dimiliki relevan dengan film yang ditayangkan.
“Penayangan film dokumenter yang baru saja dirilis dengan judul Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso yang mampu menarik perhatian dan patut didiskusikan oleh khususnya mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pakuan adalah alasan pertama dilaksanakannya kegiatan nonton bersama ini.
Film ini layaknya misteri pembunuhan atau kasus yang tak terpecahkan karena diakhir cerita film tersebut membuat saya bertanya “Apakah keputusan yang diberikan hakim terhadap Jessica sudah tepat?” mengingat bahwa ada asas hukum yang berbunyi IN DUBIO PRO REO yang artinya lebih baik membebaskan 1000 (seribu) orang yang bersalah, daripada menghukum 1 (satu) orang yang tidak bersalah.
Harapannya ke depan agar diskusi-diskusi intelektual seperti ini mesti dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dorongan film, buku atau pun yang lainnya. Agar mahasiswa selalu aware dengan peristiwa yang terjadi di lingkungan mereka, sehingga lahir dan terawatlah pemikiran-pemikiran kritis seorang mahasiswa.
“Inilah yang setidaknya ingin saya bangun bersama dengan Departemen Pendidikan dan Penalaran BEM FH Universitas Pakuan,” Lanjut ucap Muhammad Ivan Julianto koor Diklar.
Filusi hukum ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Hukum, tetapi mahasiswa-mahasiswa Fakultas lain pun antusias untuk mengikuti kegiatan ini.
“Kegiatan nonton film ini termasuk kedalam misi saya untuk meningkatkan intelektualitas dan kemampuan analisis mahasiswa terhadap permasalahan-permasalahan hukum yang ada, bedah film dokumenter Ice Cold : Murder, Coffe, and Jessica wongso ini sangatlah menarik pasalnya banyak sekali misteri didalamnya,” tutur Ketua BEM FH UNPAK Fahri Fadilah.
” Dalam hukum pidana yang terpenting itu adalah In Criminalibus Pronationes Bedent Esse luce clariores artinya dalam perkara pidana bukti harus lebih terang daripada cahaya, penerapan asas ini dalam kasus kopi sianida sangatlah kita menarik untuk kita bedah, sebab bukti yang digunakan dalam kasus ini adalah bukti tidak langsung.” sambung Fahri Fadilah Ketua BEM FH UNPAK

