BOGOR (Lead.co.id) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Djuanda (Unida) menyerukan boikot Resimen Mahasiswa (Menwa) dan menolak tradisi militerisme di dalam kampus karena tidak relevan dengan iklim demokrasi.
Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua BEM KM Unida, Abdulloh Abdul Mugni merespons dugaan kekerasan saat Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada tanggal 12 – 14 September 2022.
“Menolak segala bentuk tradisi militerisme di dalam kampus sebab sudah tidak relevan dengan iklim kampus yang demokratis sekaligus mencegah pelanggengan budaya kekerasan dan otoritarianisme,” kata Abdulloh dalam keterangan pers, pada Jumat (16/9/2022).
Sejak pelaksanaan PKKMB, BEM KM Unida mengaku menerima beberapa laporan dari mahasiswa baru terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. Pihaknya menemukan adanya kejanggalan yang dilakukan oleh Komisi Disiplin PKKMB.
Pasalnya, berdasar hasil rapat panitia PKKMB telah disepakati bahwa Menwa Unida diperbolehkan untuk melakukan tindakan berupa membentak mahasiswa baru jika ada tata tertib yang dilanggar.
Dia mengungkapkan, pada tanggal 13 September 2022, terdapat beberapa peserta PKKMB yang ditindak oleh Menwa karena telat datang. Selain itu, terjadi tindakan kekerasan verbal dan non-verbal berupa pemukulan oleh senior Menwa Unida terhadap salah satu pengurus BEM.
Menanggapi itu, BEM KM Unida menilai bahwa panitia pelaksana telah membuat aturan yang keliru terkait dengan penegakan kedisiplinan yang dilakukan oleh Menwa Unida sebagai Komisi Disiplin pada PKKMB.
Pihaknya menilai tindakan panitia kepada peserta PPKMB telah mengaburkan makna institusi pendidikan sebagai tempat yang seharusnya jauh dari segala bentuk kekerasan. Panitia PKKMB juga dinilai tidak mempunyai dasar yang kuat dalam membuat aturan untuk peserta.
Pasalnya, panduan PKKMB yang dikeluarkan langsung oleh Kemendikbud Ristek didasari oleh kekhawatiran atas timbulnya korban kekerasan dalam pengenalan kehidupan kampus di setiap Perguruan Tinggi.
“Penyelenggaraan pengenalan kehidupan kampus di setiap Perguruan Tinggi sering menimbulkan korban karena masih diberlakukan aturan kolot dan bergaya militer,” sebut BEM Unida dalam keterangannya.
Atas hal itu, BEM-KM unida menyatakan bahwa, Menwa Mahawarman bukan lagi sebagai bagian dari Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di Unida. Segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Menwa Mahawarman dianggap sebagai tindakan ilegal.
Selain menolak segala bentuk tradisi militerisme di dalam kampus, pihaknya juga menginstruksikan seluruh Ormawa di Unida untuk memboikot UKM Menwa Mahawarman.
Sementara itu, Indra Kurniawan selaku Staf Teritorial Menwa Unida mengatakan telah mendapati beberapa mahasiswa baru yang datang terlambat sehingga ditegur agar tidak kembali terlambat.
“Padahal, para anggota Menwa yang bertugas hanya melaksanakan penegakan disiplin,” kata Indra dalam keterangannya.

