Tragedi Kanjuruhan, Ratusan Suporter Nyalakan Lilin di Kota Hujan

oleh -703 views

BOGOR (Lead.co.id) – Guyuran hujan di Kota Bogor tak menyurutkan para suporter sepakbola untuk memberikan solidaritas terhadap korban tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang dengan menyalakan lilin di Alun-alun Kota Bogor, pada Senin (3/10/2022).

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10) itu menewaskan 125 orang pendukung Arema FC. Hal itu tidak hanya menjadi duka bagi masyarakat Malang tetapi juga bagi semua pencinta sepak bola, termasuk di Kota Hujan.

Elemen suporter yang hadir mereka adalah Bobotoh pendukung Persib Bandung, Jakmania pendukung Persija Jakarta, Kabomania pendukung Persikabo Bogor, Bogor Biru Trooper pendukung PSB Kota Bogor dan Aremania.

Baca :  Sampah Berserakan, Pedagang Alun-Alun Kota Bogor Ditegur

Kegiatan malam itu diwarnai dengan penyalaan lilin, doa bersama untuk korban dan bergantian perwakilan dari tiap kelompok suporter memberikan suaranya terhadap tragedi yang terjadi di Malang.

Mereka menyanyikan chant-chant yang biasa dinyanyikan Aremania sebagai bentuk dukungan, juga tak ketinggalan Mars Kota Bogor juga bergema di pelataran Alun-alun yang biasa digunakan Walikota Bogor, Bima Arya dan jajarannya untuk upacara.

Micko, sebagai perwakilan Aremania Bogor mengapresiasi apa yang dilakukan elemen suporter Kota Hujan malam itu.

“Saya berterima kasih atas nama Aremania baik yang di Bogor maupun yang di Malang atas dukungan suporter Bogor Raya dari manapun Klub yang didukungnya,” ujar Okim panggilan akrabnya.

Baca :  Bandrek Air Mancur Warisan Rasa Almarhum H Husen, Menghangatkan Kota Hujan

Dia juga meminta dukungan suporter yang hadir, agar diusut tuntas siapa yang bertanggung jawab hingga jatuh korban suporter begitu banyak. Bahkan beberapa perwakilan siap melakukan aksi sesuai komando Aremania.

Malam itu, berbagai elemen suporter yang biasanya berseteru akhirnya bersatu, dan berkomitmen menjaga Kota Bogor tetap kondusif.

Diiringi gerimis rintik-rintik, seluruh suporter yang hadir menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan khidmat kemudian membubarkan diri.