Site icon LEAD.co.id

UICI dan Indonesia

UICI, Universitas Insan Cita Indonesia, UICI dan Indonesia, HMI, KAHMI

Oleh: Kang Jana

Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) adalah kampus digital pertama di Indonesia yang proses belajar mengajarnya memanfaatkan kemajuan teknologi AI DSTLS.

Mahasiswa memiliki kebebasan untuk belajar kapan saja dan di mana saja. Tidak ada kelas sebagaimana kampus konvensional. Keunggulan ini mendapatkan sambutan luar biasa dari seluruh wilayah.

Berdasarkan data hari ini (27/6/2022), Calon Mahasiswa Baru UICI TA 2022/2023 tersebar di 34 provinsi yang meliputi 406 Kota-Kabupaten di Indonesia.

Dengan demikian, UICI telah mencakup 100 persen provinsi yang jumlahnya 34 dan 78,9 persen Kota-Kabupaten di Indonesia yang jumlahnya 514.

Kami memperkirakan pada Gelombang Kedua PMB 2022/2023 yang akan dimulai pada 2 Juli 2022, sebaran mahasiswa ini akan lebih meluas dan meningkat menjadi 90 persen atau sekitar 462 kota-kabupaten.

Data di atas menunjukkan bahwa UICI benar-benar telah meliputi dan menjangkau seluruh Indonesia dan dengan dukungan seluruh KB HMI-KAHMI, insya Allah dalam berapa waktu ke depan akan menjadi pendorong utama dalam proses digitalisasi masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik, maju dan sejahtera.

Kita semua patut bersyukur atas semua ini karena Keluarga Besar HMI-KAHMI telah menunjukkan jati diri sebagai kelompok masyarakat yang kompak, gandrung dan parsitipatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta telah mampu menyediakan pendidikan tinggi yang berkualitas tinggi dengan biaya terjangkau.

“Sekali layar terkembang, surut kita berpantang“ demikian para leluhur kita memberikan nasihat dan memberi dorongan semangat. UICI telah melangkah, hanya ada satu tekad Yakin Usaha Sampai untuk Kemajuan Bersama.

Terima kasih atas perhatian, partisipasi dan dukungan seluruh Guru Besar, Doktor, Intelektual dan Alumni serta Anggota HMI kepada UICI.

Semoga dicatat oleh Para Malaikat menjadi amal ilmu bermanfaat yang pahalanya akan mengalir terus sampai akhir zaman.

Penulis adalah Kepala LPMBB Universitas Insan Cita (UICI)

Exit mobile version