UKM Teater Gandrung Gelar Pementasan Tunggal, Adaptasi Naskah Tibuat dan Belentung

oleh -302 views

BOGOR (Lead.co.id) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Gandrung Universitas Muhammadiyah Bogor
menggelar pementasan tunggal 2025 beradaptasi naskah Tibuat karya Teater Gandrung dan Naskah Belentung karya Ocky Sandi Lemon.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Bogor, Dr. H. Naufal Ramadian, M.Si. di Gedung Dakwah Muhammadiyah Leuwiliang pada Sabtu, 9 Agustus 2025 mulai pukul 18.30 sampai Selesai.

Pementasan Tibuat: Belentung merupakan salah satu rangkaian kegiatan Teater Gandrung. Naskah ini menceritakan tentang sebuah tragedi yang sangat kelam yang bermula dari angin masih berhembus di sebuah desa tapi tak lagi membawa harum padi yang menguning yang tersisa hanyalah debu dari tanah yang digali dibelah lalu di aspal.

Baca :  Hari Disabilitas Internasional, Rumah Anak Mandiri Gelar Pentas Seni dan Pameran Lukisan

Di tempat yang dulunya sawah membentang sejauh mata memandang kini berdiri bangunan menjulang dingin dan asing. Para petani dengan hati yang retak bukan karena hujan dan waktu tapi karena tidak ada tempat untuk berharap. Katak – katak masih bersuara bukan untuk memanggil hujan, mereka seperti menyanyi dalam tangis meratapi tempat tinggal yang telah ditimbun.

Alam kehilangan irama, kehilangan nadanya. Anak – anak yang berlari tanpa alas kaki menyusuri pematang kini sibuk dengan layar – layar kecil ditangan mereka. Tidak ada yang salah tidak ada yang benar, maka tentukanlah.

Baca :  Datangi Istana Bogor, Mahasiswa Desak Reformasi Pendidikan Nasional

Mereka tak mengenal lumpur, mereka tak tahu cara melempar batu ke sungai. Tak ada yang bisa melawan waktu apalagi melawan takdir maka tentukanlah. Dan ditengah semuanya hanya satu yang tersisa ratapan sunyi dari tanah yang kehilangan pemilik sejatinya.

Mengambil esensi dari Belentung (Katak) gerak tubuh. Ini bukan cerita belaka, ini bukan cerita rekayasa melainkan peristiwa yang terjadi di depan mata kini, esok, dan nanti maka tentukan-lah.

Para penonton berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, umum, dan masyarakat sekitar. Penyelenggara Pementasan tunggal ini adalah Unit Kegiatan Mahasiswa teater gandrung Universitas Muhammadiyah Bogor raya sebagai bukti eksistensi kepada masyarakat dalam kontribusi sosial.

Baca :  Festival Lomba Seni dan Sastra, Ajang Kreativitas Siswa di Kabupaten Bogor

“Kenapa saya menggabungkan dua naskah menjadi satu pementasan, karena dari kedua naskah itu memiliki makna yang hampir sama yang dimana niat kita mementaskan naskah itu untuk menyampaikan pesan kepada para penonton bahwa sekarang negara kita sedang tidak baik baik saja atau lebih jelasnya mengajak penonton untuk sadar bahwa negara kita sedang tidak baik mangkanya didalam pementasan itu banyak dialog dialog yang satir untuk mengkritik pemerintah,” ujar Dzhuliannarta, Ketua Umum Teater Gandrung.