Oleh: Muhammad Kamil Mony
Secara sadar dan jujur ketokohan Abdoel Moethalib Sangadji memang tidak banyak diketahui publik tanah air apalagi kaum muda milenial, namun seiring berjalannya waktu peranan penting Jago Toea yang merintis hingga memerdekakan negara kesatuan republik Indonesia pun menuai harapan juga simpati publik.
Abdoel Moethalib Sangadji tokoh kharismatik (ulama, politisi, pejuang) telah menorehkan tinta emas dalam proses perjalanan peradaban bangsa. Pemikiran -pemikiran progresif beliau telah menjadi catatan penting bagi keberlangsungan negara dan bangsa hari ini.
Lahir di pulau haruku tepatnya negeri Rohomoni 8 djuni 1889, dari rahim seorang wanita berparas ayu putri Raja negeri Siri -Sori Islam di Saparua, Siti Saat Pattisahusiwa. Ayahnya adalah seorang reghent /raja negeri Rohomoni, Abdoel Wahab Sangadji.
Keberuntungan mewarnai kehidupan masa kecil Abdoel Moethalib Sangadji beserta Abangnya Abdoullah Sangadji (controleur karesidenan Kukar), serta dua adik nya Mohammad Djen Sangadji (Jaksa Belanda), Siti Nur Saat Sangadji (pejuang wanita). Di sekolahkan pada jaman kolonialisme itu.
Menjadi pegawai pada pemerintah Belanda dengan gaji ataupun jabatan yang memadai tidaklah menggoyahkan integritas serta komitmen moral kebangsaan beliau terhadap cara -cara tidak etis bangsa barat. Semasa kecil A.M.Sangadji saat bersekolah pada HIS dan MULO sudah menunjukan rasa tidak bersahabat dengan teman, guru bangsa Belanda.
Setelah berdiskusi panjang dengan ayahanda serta ibu nya, memohon ijin pindah tugas ke tanah jawa. Permohonan Jago Toea pun disetujui oleh kedua orang tua nya dan kemudian beliau hijrah ke Landraad Surabaya tahun 1919.
Perkenalan beliau dengan para pimpinan teras Sjarikat Islam, Hadji Oemar Said Tjokroaminoto dan Hadji Agus Salim seakan memberikan oase dan cara pandang baru tentang bagaimana membebaskan rakyat Indonesia dari belenggu imprealis penjajah dengan membentuk suatu pemerintahan sendiri (Zelfbestuur) akhirnya A.M.Sangadji memutuskan memilih jalan juang bergabung dengan tokoh-tokoh Islam Nasionalis terkemuka itu dalam wadah berhimpun SI yang fenomenal saat itu tahun 1922.
Narasi -narasi sejarah yang lain diulas dengan cermat oleh sejarawan lokal asal Kalimantan menegaskan bahwa kedatangan Abdoel Moethalib Sangadji sudah sejak 1917 tiba di dataran Kalimantan sebab kala itu Abdoullah Sangadji notabene adalah Abang kandung Jago Toea bertugas sebagai asisten wedana (wakil Bupati Kukar) sekitar tahun 1912. Abdoel Moethalib Sangadji mengunjungi Abangnya itu disana. Tidak sekedar jalan -jalan biasa tokoh ulama pemikir ini sebagai orang pergerakan menghimpun kekuatan, menyebarkan semangat pergerakan nasional kepada kaum muda tanpa kenal lelah di Samarinda dan Tenggarong.
Pasca RDP (Rapat Dengar Pendapat ) bulan Juli tahun 2021 dengan DPRD Maluku (komisi IV), Pemerintah Provinsi Maluku, Dinas terkait, Perwakilan keluarga A.M.Sangadji, serta Pemerintah Negeri Rohomoni. mencapai suatu konsensus politik bersama yakni mendukung, menetapkan, Abdoel Moethalib Sangadji sebagai Pahlawan Nasional.
Tak lama setelah itu saya dihubungi oleh salah satu dosen IAIN Ambon Ibu Susi Hardila Latuconsina guna mengulas lebih jauh peranan juga eksistensi A.M.Sangadji pemikiran Islam dan Nasionalisme beliau dalam kancah politik perjuangan menuju Indonesia Merdeka.
Saya menyambut positif apa yang sedang digagas IAIN Ambon. Bagi kami keluarga A.M.Sangadji, kalangan masyarakat akademik memiliki spesialisasi khusus dalam membedah rekam jejak tokoh Islam asal Maluku Abdoel Moethalib Sangadji. Senada dengan hal itu kami bersedia membantu niat baik IAIN Ambon dengan referensi yang kami ketahui tentang A.M.Sangadji, memberikan keterangan berupa data juga fakta sejarah autentik terkait Jago Toea A.M.Sangadji.
Kemudian melalui Pak Hamid Fakaubun, Pak Arman Kalean yang juga adalah Dosen muda IAIN Ambon saya dimintai kesediaan berdiskusi soalan A.M.Sangadji kepada pak Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan (Faqih Seknun). Dan mempresentasikan secara utuh dan lengkap kiprah pergerakan perjuangan beliau juga kontribusi pikir kepada bangsa dan negara.
Kampus IAIN Ambon rupanya akan menggelar Seminar Internasional dengan tajuk “Jejak -Jejak Para Tokoh Muslim Maluku Dalam Perjuangan dan Pembangunan Peradaban Islam di Maluku “ dalam rangka transformasi alih status dan nama Kampus IAIN menjadi UIN. Adapun tokoh Islam tercerahkan asal Maluku yang di seminarkan itu antara lain : Imam Rijali, Kapitan Jongker, Maulana Zainal Abidin, dan Abdoel Moethalib Sangadji.
Rektor IAIN Ambon Bapak Zainal Abidin Rahawarin dalam sambutannya pada seminar internasional yang dihelat 27 Desember 2021 beberapa waktu lalu mengatakan bahwa, untuk peralihan status dari Institut ke Universitas semua syarat akademik telah lengkap. Mulai dari syarat tenaga pengajar, akreditasi jurusan, serta penambahan jumlah jurusan pada pasca sarjana telah terpenuhi hingga semua hanya menunggu dirampungkan saja.
Sedari awal Ketika diundang oleh pihak IAIN Ambon melalui unsur kepanitiaan sebagai penanggap mewakili keturunan A.M.Sangadji kami merasa terharu sekaligus bangga sebab harapan akan perjuangan yang dirintis puluhan tahun lalu ini mendapat apresiasi penuh apalagi dari kampus yang adalah kawah candradimuka para intelektual etik. Semangat kami adalah memperkenalkan ke ruang publik eksistensi Jago Toea dalam konteks perjuangan, pendidikan, peradaban Islam.
Sejak Indonesia Merdeka hingga jaman milenial ini nama besar Abdoel Moethalib Sangadji seakan hilang begitu saja dalam ruang – ruang publik kesejarahan. Nama tokoh Muslim asal Maluku Abdoel Moethalib Sangadji dari hasil penelusuran yang kami lakukan nama beliau hanya diabadikan sebagai nama Gugus Depan Pramuka (Gudep) Madrasah Aliyah Negeri (MAN 2 )Samarinda, Gudep A.M.Sangadji MTsn (Madrasah Tsanawiyah) Batumerah, kota Ambon.
Hal mana sangatlah jauh dibandingkan dua sahabat karib nya H.O.S.Tjokroaminoto dan Hadji Agus Salim yang mana nama kedua tokoh tersebut diabadikan pada jenjang pendidikan play group hingga universitas.
Jika nanti In Shaa Allah, Abdoel Moethalib Sangadji menjadi nama Kampus Islam Negeri Provinsi Maluku adalah sebuah Kehormatan, kebanggaan bagi sang tokoh, keluarga besar Abdoel Moethalib Sangadji, warga bangsa Indonesia umumnya serta Rakyat Maluku pada khususnya bahwasanya ini merupakan titik balik dan hadiat majaa’nia dari Allah SWT kepada Allahyarham Jago Toea Abdoel Moethalib Sangadji melalui ketulusan hati Rektor dan Civitas akademika IAIN Ambon berdasarkan data, fakta, pada tataran wacana identitas sejarah nasional.
Semoga kira nya Allah SWT membalas kebaikan Rektor dan Civitas akademika IAIN Ambon, mendapat syafaat di dunia maupun akhirat kelak. Aaamiin.
Wallahul Muwaffik Ila Aqwamit Tharieq.

