Oleh: Estianah
Individu pada usia 17-20 tahun menjadi perhatian yang amat sangat penting, karena pada masa ini terjadi banyak perubahan yang berlangsung cepat seperti pertumbuhan fisik, mental maupun emosional. Individu yang mempunyai kualitas hidup yang baik akan lebih bahagia, percaya diri dan bersyukur atas dirinya serta sudah memikirkan atau selalu antusias menyambut masa depannya dengan tinggi.
Selain itu, individu yang memiliki kualitas hidup yang baik akan menjalankan peran dan fungsi kehidupan sehari-hari dengan berguna sesuai dengan perilaku pada tahap perkembangannya. Dimana hal ini individu mampu untuk berinteraksi dan bersosialisasi dalam lingkungan sekolah, rumah dan masyarakat serta sesuai dengan norma-norma yang telah berlaku dan ditetapkan.
Kualitas hidup individu yang sudah dijelaskan diatas karena individu tersebut paham akan pentingnya emosi di dalam dirinya. Bagaimana ia bertindak sesuai dengan dirinya dan lingkungannya. Dengan pemahaman emosi yang cukup baik pada dirinya, individu tersebut mampu menempatkan dirinya dimanapun dan pada saat kapanpun. Pada saat mengambil sebuat tindakan, maka individu mengetahui bagaimana ia merepresentasikan tindakannya tersebut untuk dirinya maupun lingkungannya.
Salah satu yang paling sederhana dari kehidupan bermasyarakat di Indonesia sekarang ini, terutama pada kalangan remaja-dewasa awal memanfaatkan media sosial sebagai wadah mereka untuk menggali informasi mengenai berbagai pengetahuan, salah satunya pengetahuan atau edukasi tentang bagaimana individu dalam mengelola emosinya untuk kualitas hidup yang lebih baik, terlebih lagi emosi sadar diri yang sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup individu. Kesadaran diri individu sebagai objek sosial, pengetahuan tentang diri, baik secara internal maupun eksternal, serta intropeksi diri ini mampu meningkatkan kualitas hidup individu itu sendiri.
Dengan individu menyadari emosi dirinya, seperti menginvestasikan waktu atau memanfaatkan waktu terhadap sesuatu yang disukai, melakukan tantangan untuk diri sendiri guna menggali potensi yang dimiliki, memikirkan hal yang positif, selalu rukun dengan lingkungan, maupun melakukan kegiatan positif yang berdampak pada kehidupan berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia karena dengan mengetahui salah satu motif dasar manusia yang paling penting merupakan keinginan untuk memiliki pandangan diri yang positif.
Teori emosi sadar diri didasarkan pada kemampuan untuk mengevaluasi diri, di mana diri dipandang sebagai objek pengamatan dan dicocokkan dengan standar yang diajarkan oleh masyarakat atau dengan konteks sosial terdekat. Karena standar ini sering menjadi standar untuk perilaku moral, emosi sadar diri secara teratur dianggap sebagai emosi moral (Niedenthal et al., 2006).
Maka dari itu emosi sadar diri ini sangat penting untuk kehidupan individu, karena dapat menjadi sebuah acuan bagaimana individu tersebut memperbaiki dirinya agar lebih baik, bagaimana individu tersebut memanfaatkan pengalaman-pengalaman yang telah dilalui dengan baik, individu lebih banyak belajar mengenai dirinya agar bisa diterima oleh lingkungannya bahkan dirinya sendiri. Hal ini akan membuat seseorang sehat dalam kondisi apapun baik psikologis, mental maupun fisik serta sehat jamani dan rohani.
Penulis adalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Fakultas Psikologi

