Viral, Pengurus HMI Gunakan Kalung Salib saat Pelantikan

oleh -799 views
HMI Bandung, Kalung Salib, HMI, Aceng Roni Syahbana
Alumni HMI, Aceng Roni Syahbana usai meminta kalung salib yang digunakan kader HMI Cabang Bandung saat pelantikan

BANDUNG (Lead.co.id) – Salah satu kader HMI Cabang Bandung ketahuan menggunakan kalung salib saat pelantikan pengurus di aula gedung YAHMI Bandung, pada Sabtu (30/7/2022).

Video kejadian berdurasi 45 detik tersebut viral di WA grup keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Banyak diantaranya mempertanyakan ada apa dengan HMI saat ini.

Video tersebut direkam anggota KAHMI yang hadir dalam kegiatan pelantikan. Tampak pengurus HMI itu dipanggil dan diminta untuk mencopot kalungnya oleh senior HMI, Aceng Roni Syahbana.

Kader yang mengenakan kalung tersebut berasal dari salah satu universitas di PHH Mustofa dan HMI komisariat PHH Mustofa Bandung.

Baca :  Kecam Satpol PP, HMI Kota Bogor Siapkan Aksi Solidaritas

Pengurus yang menggunakan kalung salib tersebut diketahui beragama Islam, pernah menjabat sebagai bidang PTKP di HMI komisariat.

Dalam video tersebut, Aceng Roni, ketua Umum HMI cabang Bandung 2001-2002 itu menunjukkan bahwa betul yang dipakai oleh pengurus itu adalah kalung dengan liontin salib.

Namun tidak jelas apakah kalung itu sebagai simbol agama atau sebatas aksesoris saja.

Aceng menyatakan, kejadian itu perlu dievaluasi dalam pola pengkaderan. Pasalnya, bagaimanapun simbol yang digunakan tersebut terkait dengan agama tertentu di luar basis pengkaderan HMI.

Dirinya mengaku sengaja meminta melepas kalung tersebut dan meminta klarifikasi terhadap yang bersangkutan.

Baca :  Mengenang Bang Gafur

Tujuannya tidak lain agar pengkaderan yang dilakukan oleh HMI cabang Bandung tidak melenceng dari nilai-nilai dasar perjuangan HMI atau NDP.

Menurut dia, sebagai organisasi berbasis pengkaderan Islam, tentu kejadian tersebut menjadi sebuah ironi meski penggunaan simbol agama lain tidak dilarang.

“Penggunaan simbol religius agama non muslim memang tidak dilarang, akan tetapi sebagai orang yang di organisasi Islam keberadaannya menjadi tanda tanya besar,” kata Aceng dalam keterangannya.