Walikota Lantik Dua Direksi Perumda Tirta Pakuan, Ambil Keputusan Cepat

oleh -186 views

BOGOR (Lead.co.id) – Walikota Bogor, Dedie A. Rachim telah resmi melantik dua direksi baru Perumda Tirta Pakuan. Pelantikan itu dilaksanakan di Aula Sri Bima, Balaikota Bogor, pada Jumat (27/3/2026).

Pelantikan ini dilakukan guna mempercepat akselerasi pelayanan air bersih dan persiapan proyek strategis skala nasional.

Dua nama yang resmi mengisi jabatan strategis tersebut adalah Muzakkir sebagai Direktur Bisnis dan Pelayanan (Bispel) serta Dani Rakhmawan sebagai Direktur Operasional (Dirop).

Dedie mengungkapkan, pelantikan ini didasari atas turunnya surat pertimbangan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat. Dirinya mengambil keputusan cepat dengan meminta Sekda untuk segera melaksanakan pelantikan agar operasional perusahaan berjalan lancar.

“Alhamdulillah, setelah menunggu proses seleksi, semalam saya menerima tembusan surat pertimbangan atas usulan direksi Perumda Tirta Pakuan” ujar Dedie dalam sambutannya, Jum’at (27/3).

Baca :  Musim Kemarau, Perumda Tirta Pakuan Siap Salurkan Air Bersih ke Warga Terdampak

Dalam arahannya, Dedie menekankan adanya tugas besar (PR) bagi jajaran manajemen baru, terutama terkait rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala kota yang diproyeksikan mulai berjalan pada tahun 2027.

Proyek ini nantinya akan dikelola bersama antara Dinas PUPR Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.

“Ada PR besar mengenai akselerasi proses teknis agar pembangunan IPAL skala kota bisa terlaksana di tahun 2027. Kita harus mengejar penganggaran di tahun 2026 agar bantuan dari pusat ini bisa terealisasi tepat waktu,” tegasnya.

Selain infrastruktur, Walikota juga menyoroti performa finansial Perumda Tirta Pakuan yang selama ini dikenal sebagai salah satu BUMD sehat di Kota Bogor.

Baca :  Sensus Pelanggan, Perumda Tirta Pakuan Perbarui Data dan Tingkatkan Pelayanan

Dengan nilai aset sebelum valuasi yang mencapai hampir Rp800 miliar, direksi baru dituntut untuk meningkatkan Key Performance Indicator (KPI).

“Tirta Pakuan berkontribusi cukup baik terhadap dividen pemerintah daerah. Ke depan, saya minta kinerja ditingkatkan, tata aset diselesaikan, dan permasalahan penyertaan modal pemerintah (PMP) dituntaskan agar kontribusi kepada PAD semakin besar,” tambahnya.

Saat ini, cakupan layanan Tirta Pakuan telah menjangkau hampir 72% masyarakat Kota Bogor.

Dedie berharap duet Muzakkir dan Dani Rakhmawan dapat meningkatkan kapasitas serta kualitas layanan tersebut melalui manajemen yang handal dan kuat.

Satu Jabatan Masih Kosong
Meski dua direksi telah dilantik, satu jabatan direktur lainnya masih belum terisi. Dedie menyatakan akan segera berkonsultasi kembali dengan Kemendagri untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca :  Pelihara Lingkungan, Perumda Tirta Pakuan Gandeng 16 Operator Arum Jeram

“Terkait satu jabatan yang tersisa, kami akan konsultasikan apakah harus seleksi ulang atau bisa mengambil dari nama-nama yang sudah lolos pansel sebelumnya. Ini membutuhkan waktu,” jelasnya.

Menutup arahannya, Walikota juga menekankan pentingnya loyalitas dan penguatan spiritual bagi seluruh karyawan. Ia bahkan telah berkoordinasi dengan Ketua MUI untuk memberikan pembinaan mental di lingkungan Perumda Tirta Pakuan.

“Beban kerja di sini cukup berat. Jika ada penguatan dari sisi spiritualitas, saya yakin jajaran direksi dan karyawan akan lebih bersemangat melayani masyarakat,” pungkasnya.