LEAD.co.id | Jembatan penghubung warga yang berada di lokasi RT03/05 Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, dikeluhkan oleh warga. Pasalnya, warga sudah mengajukan dalam pembahasan Musrembang, namun hingga kini jembatan terbuat dari bambu tersebut masih dalam perawatan swadaya masyarakat.
“Warga sudah mengajukan dari tahun 2014, tetapi hingga kini jembatan tersebut belum diperbaiki atau diganti dengan jembatan betonisasi,” kata Ketua RT 03, Dedi Suwardi, kepada wartawan, Jumat (27/09/19).
Ia menjelaskan, lokasi jembatan ini, sudah ditinjau oleh Muspida, diantaranya Walikota Bogor Bima Arya dan Wakil Walikota Bogor serta Camat Bogor Selatan. Meski demikian, jembatan bambu dengan panjang jembatan 20 meter, lebar 2 meter, dan kedalaman jurang 20 meter ingin diperbaharui.
“Kalau warga ingin diperbaharui, dari bambu ke betonisasi, karena, kalau masih bambu kekuatannya paling lama 1 tahun, jika terjadi musim penghujan, ” jelas dia.
Salah satu warga, Nana Mulyana mengatakan, jembatan ini memang salah satu penghubung warga dari warga tetangga, kalau jembatan bambu ini sudah rapuh, warga selalu memperbaikinya dengan menggunakan anggaran iuran dari warga.
“Kalau berbicara bosan memperbaiki jembatan, yah kami juga sudah bosan, akan tetapi demi warga juga, kami sebagai warga harus merawatnya dengan cara, kalau sedikit rusak yang kami langsung perbaiki dengan melibatkan pengurus RT dan RW, ” kata dia.
Sementara itu, Lurah Harjasari Hermawati menjelaskan, jembatan yang berada di wilayahnya sudah membahas dengan Muspika Bogor Selatan, bahkan Camat Bogor Selatan sudah meninjau lokasi tersebut.
“Kami sudah mengajukan, cuma entah dinas terkait belum merealisasikannya, kemungkinan nanti kami akan mengajukam surat baru lagi pada dinas yang menangani jembatan, ” pungkas dia.

