BOGOR (LEAD.co.id) – Peran perempuan saat ini tidak terbatas pada tugas domestik saja. Saat ini, semakin mudah menemukan wajah-wajah perempuan di ranah publik baik di kalangan legislatif, lingkungan eksekutif, dan bidang ekonomi. Akan tetapi, di era disrupsi ini tidak sedikit pula tantangan yang muncul bagi kiprah perempuan baik di ranah domestik dan ranah publik.
Terkait itu, Forum Alumni HMI-wati (Forhati) Majelis Daerah Bogor, dalam mememperingati Milad Korps HMI-Wati (Kohati) yang ke-54, menyelenggarakan Webinar dengan tema “Perempuan di Era Disrupsi” pada tanggal 22 September 2020.
Webinar ini diselenggarakan untuk mengangkat ide-ide perempuan bagi bangsa Indonesia dan keluarga beserta tantangannya. Webinar menghadirkan dua orang narasumber yaitu Lely Pelitasari, S.P, ME (Wakil Ketua Ombudsman RI) yang berbicara tentang “Reposisi dan Peran Perempuan dalam Tata Kelola Negara” dan Alfiasari, S.P, M.Si, Sekretaris Departemen Ilmu Keluagra dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB, yang Membahas tentang “Menyeimbangkan Peran Perempuan dalam Berbagai Sisi”, dan dipimpin oleh Nelvia Gustina, S.P., Analis Komisioner Penyiaran Indonesia DKI Jakarta sebagai moderator.
Diskusi pada webinar yang dihadiri oleh peserta umum dan alumni, bahkan ada peserta yang hadir dari Jayapura, Pontianak, dan Indianapolis – Amerika Serikat, ini berlangsung dengan hangat. Salah satu hal yang dibahas adalah kesadaran masyarakat Indonesia sebagai warga Negara yang memahami hak dan kewajibannya masih rendah. Hal ini juga yang menjadi kendala yang kerap ditemui dalam tata kelola Negara.
Hal lain yang juga dibahas adalah model pembelajaran daring yang kini menjadi tantangan keluarga juga, hingga ada pilihan bagi beberapa orangtua untuk melaksanakan homeschooling untuk putra-putrinya.
Dalam penutup diskusi, Lely Pelitasari menyampaikan bahwa, integritas adalah kunci dari segalanya. Tata kelola terutama di era disrupsi saat ini membutuhkan integritas yang kuat dari penyelenggara Negara. Alfiasari menyatakan, keterbukaan komunikasi dalam keluarga menjadi kunci penciptaan Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan yang lebih baik, terutama di era disrupsi seperti saat ini.

