BANGKALAN (Lead.co.id) – Pengurus Perpustakaan Darussholah Pusat telah menggelar Pekan Sejarah untuk mewujudkan santri yang dicita-citakan moto pesantren, di Auditorium Pesantren, Bangkalan, pada Kamis (10/11/2022).
“Acara ini bertujuan untuk mengaplikasikan keinginan pesantren yang alhamdulillah pada acara kesempatan ini acaranya dihadiri lebih dari 300 santri,” ungkap Khoirul Umam selaku ketua pelaksana.
Dalam kegiatan tersebut, Fauzy Hasyim, Ketua Umum Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur periode 1981-1983 itu mengapresiasi pesantren yang bisa berdiri independen, tanpa sentuhan Pemerintah.
“Sehingga saya yakin dari pondok ini akan muncul peradaban baru di wilayah ini,” ucap Fauzy.
Dia juga berpesan agar para santri bisa hidup dengan mental petarung. Karena, kata Fauzy, hidup hanya sekali maka harus berarti.
“Ketika berani hidup maka jangan takut mati, sekali hidup harus berarti,” pungkasnya.

