BOGOR (LEAD.co.id) – Organisasi Kepemudaan Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (Inspira) Cabang Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Bogor, pada Kamis (7/10/2021). Dalam aksinya, mereka mempersoalkan ratusan menara telekomunikasi yang tak berizin.
Puluhan massa tersebut menuntut Bupati Bogor untuk mengevaluasi Diskominfo, DPKPP dan DPMPTSP Kabupaten Bogor terkait adanya 139 menara telekomunikasi tanpa memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Ketua Umum Inspira Cabang Bogor, M Hafiz menuturkan, aksi unjuk rasa ini merujuk pada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat TA 2020. Dalam temuannya, telah terjadi potensi kerugian negara sebesar Rp 1.668.000.000.
“Kami melakukan unras untuk menanyakan kenapa ini bisa terjadi, padahal menurut keterangan BPK sudah terjadi dari tahun 2009. Artinya disini ada permainan mafia perizinan, tak tanggung tanggung dari 139 menara telekomunikasi tersebut adanya kehilangan potensi pendapatan retribusi sebesar 1,6 miliar lebih,” kata Hafiz.
Menurutnya, permasalahan ini seharusnya menjadi perhatian semua pihak, karena dalam peraturan Bersama Nomor 18 Tahun 2009 tentang pedoman Pembangunan dan Penggunaan Bersama Menara Telekomunikasi menyatakan bahwa Menara wajib memiliki IMB dari Bupati/Walikota.
“Jadi gak asal bangun itu Menara, karena kegiatan pembangunan Menara ditimbang dan dikaji berdasarkan pemanfaatan ruang, penggunaan sumber daya alam guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan, jadi ini melibatkan banyak dinas,” tambah dia.
Zayyanul Iman, Sekretaris Umum Inspira Cabang Bogor dalam orasinya mengatakan bahwa, tidak ada klarifikasi dari Dinas terkait dan tindakan Bupati Bogor dalam menanggapi isu yang diangkatnya.
“Saya meminta kepada Bupati Bogor segera melakukan evaluasi guna kejadian ini tidak terulang lagi, kami juga meminta kepada aparatur penegak hukum untuk melakukan penyelidikan, kami menduga adanya mafia perizinan penyelesaian di bawah meja,” ungkapnya.
Zayyen sapaan akrabnya mengaku akan menggelar aksi lanjutan jika tidak ada tanggapan dari apa yang mereka tuntut.
“InsyaAllah minggu depan kami akan menggelar aksi kembali, agar suara suara rakyat segera didenger dan ditanggapi,” tutupnya.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

