17 Tahun Tsunami Aceh, Gubernur Jabar Ziarah Kubur hingga Do’a Bersama

oleh -613 views
17 Tahun Tsunami Aceh, Gubernur Jabar, Ziarah Kubur, Tsunami Aceh, Do'a Bersama

ACEH (LEAD.co.id) – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil melakukan ziarah kubur korban tsunami Aceh 2004 di area kuburan massal Ule Lheue Banda Aceh, pada Minggu (26/12/2021). Ziarah ini sebagai rangkaian peringatan 17 tahun Tsunami Aceh.

Ridwan Kamil diundang oleh masyarakat Aceh untuk hadir pada momen rutin tersebut. Dia disambut Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama jajaran Forkopimda dan langsung melakukan doa bersama serta tabur bunga.

“Saya tentu mengikuti tradisinya dimulai dengan berdoa di pemakaman massal ini di mana peristiwanya sangat luar biasa,” ucap Ridwan Kamil.

Menurutnya, masyarakat Jabar dan Aceh memiliki ikatan erat. Salah satunya terlihat dengan adanya makam pahlawan Aceh Cut Nyak Dien di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat yang terpelihara dengan baik.

“Masyarakat Jabar selalu bersaudara erat dengan masyarakat Aceh, kita juga selalu memelihara makam Cut Nyak Dien di Sumedang, seorang pahlawan Aceh yang luar biasa,” ujarnya.

Baca :  HGN 2020: Warga Kedungwungu Krangkeng Gelar Do'a Bersama

Dia pun mendoakan masyarakat Aceh agar selalu diberikan masa depan yang lebih baik. Kang Emil meyakini ada hikmah dalam peristiwa pilu 17 tahun silam yang merenggut nyawa ratusan ribu warga Aceh itu.

“Jadikan momen peringatan Tsunami Aceh ini sebagai hikmah bahwa Allah memberikan takdir tentu ada maksud agar kita bisa lebih baik,” tuturnya.

17 Tahun Tsunami Aceh, Gubernur Jabar, Ziarah Kubur, Tsunami Aceh, Do'a Bersama
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat memberi sambutan peringatan 17 Tahun Tsunami Aceh, di area Pelabuhan Ule Lheue, Kota Banda Aceh, pada Minggu, 26 Desember 2021 [File: Twitter Humas Jabar]

17 Tahun Tsunami Aceh

Usai ziarah kubur, Ridwan Kamil beserta Gubernur Aceh dan masyarakat kemudian menghadiri peringatan 17 Tahun Tsunami Aceh Siaga Bencana Tangguh Bersama, di area Pelabuhan Ule Lheue, Kota Banda Aceh.

Peringatan diisi dengan dzikir, doa bersama dan napak tilas peristiwa gempa bumi dan tsunami dahsyat 26 Desember 2004 silam.

Baca :  Gubernur Jabar Hanya Akui KNPI Hasil Musda di Garut

Dalam kesempatan tersebut, mewakili masyarakat Jabar, Ridwan Kamil menyampaikan salam hangat untuk masyarakat Aceh. Ia mengatakan, saat peristiwa pilu itu terjadi masyarakat Jabar turut bersedih dan berduka.

“Waktu masyarakat Aceh bersedih kami pun bersedih, saat di sini berduka saya saksi rakyat kami pun berduka, saat tetes air mata tumpah dari jauh pun kami sama,” ucapnya.

Dia memaknai peristiwa gempa bumi 9,3 SR dan tsunami yang menerjang Aceh sebagai pelajaran untuk diambil hikmahnya. Atas nama persaudaraan, pascabencana tersebut, Jabar mengirimkan bantuan relawan, donasi, tenaga hingga karya untuk membangkitkan warga Aceh.

“Memaknai peristiwa ini bagi saya mengingatkan bahwa setiap peristiwa adalah pelajaran, setiap tempat adalah sekolah, setiap makhluk adalah guru, jadi di mana pun kita berada pandailah mencari hikmah,” ujarnya.

Baca :  Gubernur Minta Perketat Perbatasan Selama PSBB Jabar

Setelah 17 tahun berselang, Aceh kini mulai bangkit. Ridwan Kamil melihat infrastuktur Aceh sudah begitu maju dan lebih baik. Termasuk salah satu bangunan fenomenal karya sentuhan tangan Ridwan Kamil yang kini berdiri megah, yaitu Museum Tsunami Aceh.

“Hari ini saya melihat infrastruktur begitu maju kami pun sangat senang melihat kemajuan itu,” katanya.

Tahun 2007 lalu, dia dipercaya masyarakat Aceh untuk menitipkan memori kolektif ke dalam sebuah karya. Museum yang diresmikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono 2009 lalu itu, kini dinobatkan sebagai museum terpopuler di Indonesia.

“Saya tahun 2007 bukan Gubernur dan wali kota. Masyarakat Aceh mempercayai saya untuk menitipkan memori kolektifnya melalui sebuah karya namanya museum Tsunami Aceh,” ungkapnya.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Humas Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *