22 Istri Kepala Daerah Nikmati Pemandangan KRB Sambil Membuat Ecoprint

oleh -347 views
Istri Kepala Daerah, JKPI, Pemandangan KRB, Ecoprint

BOGOR (LEAD.co.id) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor merancang Ladies Program sebagai agenda khusus untuk para istri kepala daerah yang hadir pada Kongres ke-V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kebun Raya Bogor, pada Jumat (3/12/2021).

Sebanyak 22 istri kepala daerah ini melakukan kegiatan Ecoprint bersama Arae Ecoprint didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yane Ardian dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor Yantie Rachim.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yane Ardian mengatakan, kebersamaan dengan istri kepala daerah selalu menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan apapun kegiatannya. Di kesempatan ini Istri Wali Kota Bogor mengajak sekaligus mengajarkan pelatihan Ecoprint. Bukan tanpa alasan, saat ini banyak ibu-ibu yang menyukai Ecoprint.

Baca :  Kongres JKPI Tetapkan Delapan Ibu Kota Kebudayaan

“Kami mengajak ibu-ibu untuk melihat proses pembuatannya dan memberikan pengalaman turut dalam proses pembuatannya,” ujar Yane.

Yane menuturkan, bahan-bahan pembuatan Ecoprint sudah disediakan Arae Ecoprint. Para istri kepala daerah kemudian dibagi kelompok. Berbekal bahan pashmina polos kemudian di motif sesuai selera masing-masing. Karya yang dihasilkan murni hasil dari pemikiran dua orang di dalam satu tim.

“Seperti saya berpasangan dengan ibu Bupati Siak, jadi ini motif hasil pemikiran saya dengan Ibu Bupati,” terangnya.

Hasil Ecoprint yang sudah selesai, bisa dibawa pulang masing-masing sebagai kenang-kenangan. Mereka merasa senang apalagi Arae Ecoprint merupakan pengrajin kebanggaan Kota Bogor yang sudah bersertifikat se-Asia Tenggara.

Baca :  Kongres Kota Pusaka Indonesia Akan Digelar di Kota Bogor

“SDM kebanggaan Kota Bogor karena sudah diundang di berbagai kota/kabupaten se-Indonesia dan bulan depan akan ada tamu dari Malaysia,” imbuhnya.

Marissa dari Disparbud Kota Bogor mengatakan, kegiatan Ecoprint dari Arae yang merupakan singkatan dari Anita Rahman Ecocraft ini berkembang pesat sejak Arae memenangkan lomba desain sutra ecoprint terbaik se-Jabodetabek dan berhasil dilelang saat itu juga dengan harga Rp 15 juta.

“Arae sendiri memiliki makna harapan usaha rae yang bisa memberi kebahagian dan kasih sayang untuk masyarakat, yang dipresentasikan dalam sebuah produk yang ramah lingkungan dan berdampak baik terhadap sosial,” ujar Marissa.

Baca :  JKPI Desak Pemerintah Ikut Maksimalkan Potensi Heritage Tiap Daerah

Marissa menuturkan, Arae menawarkan berbagai varian produk mulai dari lembaran kain, ready to wear dan aksesoris pendukung seperti tas, clutch dan sejenisnya, dengan harga Rp 120 ribu hingga Rp 5 juta, tergantung jenis bahan dan desain.

Di acara ini, para istri kepala daerah diajak membuat pola kain dari tanaman. Setelah itu, berkeliling kebun raya mengunjungi stand pameran yang berada di area Bogor Creative Center (BCC).

“Di gedung eks Bakorwil dipamerkan lukisan-lukisan para seniman dan budayawan serta arsip dan perpustakaan dari ANRI, sementara pameran yang di BCC terdiri dari 14 kota/ kabupaten menampilkan produk unggulan dan kebudayaan kota masing-masing,” katanya.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *