Afghanistan Dikuasai Taliban, Presiden Ashraf Ghani Lari ke UEA

oleh -265 views
Afghanistan, Taliban, Ashraf Ghani, UEA
Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari Afghanistan ketika Taliban menguasai Kabul [File: Reuters via Aljazeera]

AFGHANISTAN (LEAD.co.id) – Uni Emirat Arab (UEA) menyambut Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani “atas dasar kemanusiaan”, setelah ia melarikan diri dari di tengah pengambilalihan oleh Taliban.

“Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional UEA dapat mengkonfirmasi bahwa UEA telah menyambut Presiden Ashraf Ghani dan keluarganya ke negara itu dengan alasan kemanusiaan,” kata Pemerinta UEA dalam keterangan pers, pada Rabu (18/8/2021).

Aljazeera melaporkan dari UEA, Ghani menyatakan telah meninggalkan Kabul untuk mencegah pertumpahan darah dan membantah tuduhan membawa sejumlah besar uang saat meninggalkan istana kepresidenan.

Baca :  Pemukiman Ibu Kota Afghanistan Dihantam Rudal

“Jika saya tetap tinggal, saya akan menyaksikan pertumpahan darah di Kabul,” kata Ghani dalam video yang disiarkan di media sosial resminya.

Ghani dikritik keras oleh mantan menteri karena meninggalkan negara secara tiba-tiba, tanpa perlawana ketika pasukan Taliban memasuki Kabul pada Minggu (15/8).

Sebelumnya dikabarkan, keberadaan Ghani tidak diketahui usai Taliban merebut kekuasaan. Spekulasi beredar dia melarikan diri ke Tajikistan, Uzbekistan atau Oman, meski UEA dikabarkan menawarkan swaka kepada Ghani.

Sejak Taliban mengambil-alih Ibu Kota Afghanistan, terjadi kepanikan warga yang ingin melarikan diri menuju bandara Kabul, pada Senin (16/18). Kematian dilaporkan karena beberapa menempel pada pesawat yang terbang keluar dari ibukota.

Baca :  Akhiri Konflik, Afghanistan dan Taliban Akan Bahas Perdamaian di Istanbul

Perang antara pasukan Taliban dan Afghanistan meningkat ketika pasukan asing mengumumkan penarikan mereka dari negara itu pada 11 September, peringatan 20 tahun serangan yang mengarah pada invasi AS.

Dengan runtuhnya pemerintah Afghanistan, perhatian beralih untuk memastikan keselamatan warga sipil dan pengungsi dan transfer kekuasaan yang tertib.

Taliban telah menyatakan bahwa perang di Afghanistan telah berakhir dan mengatakan upaya untuk membentuk pemerintahan yang inklusif sedang berlangsung.

Reporter: M Ikhsan
Sumber: Aljazeera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *