Akhiri Konflik, Afghanistan dan Taliban Akan Bahas Perdamaian di Istanbul

0
Konflik, Afghanistan, Taliban, Perdamaian, Istanbul
Pemerintah Afghanistan dan Taliban akan melakukan pembicaraan perdamaian, di Istanbul, Turki, mulai tanggal 24 April hingga 4 Mei 2021 [File: Alexander Zemlianichenko / Pool via Reuters]

LEAD.co.id | Pemerintah Afghanistan dan Taliban akan menghadiri pembicaraan damai di Istanbul, Turki mulai tanggal 24 April hingga 4 Mei untuk memulai proses perdamaian dan membuat sketsa penyelesaian konflik politik.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) selama 10 hari itu juga akan mencakup Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Qatar yang menjadi bagian dari dorongan yang didukung Amerika Serikat untuk memulai pembicaraan yang macet di Doha menjelang batas waktu 1 Mei untuk penarikan pasukan asing dari Afghanistan.

“Tujuan utama Konferensi Istanbul tentang Proses Perdamaian Afghanistan adalah untuk mempercepat dan melengkapi negosiasi intra-Afghanistan yang berkelanjutan di Doha tentang pencapaian penyelesaian politik yang adil dan tahan lama,” sebut Kementerian Luar Negeri Turki seperti dikutip Aljazeera, pada Selasa (13/4/2021).

Baca :  Pemukiman Ibu Kota Afghanistan Dihantam Rudal

Konferensi ini akan fokus untuk membantu pihak pihak yang bernegosiasi mencapai seperangkat prinsip dasar bersama yang mencerminkan visi yang disepakati untuk Afghanistan di masa depan, peta jalan menuju penyelesaian politik di masa depan dan mengakhiri konflik.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) disebut ingin konferensi Turki menyetujui rencana untuk menggantikan kepemimpinan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani saat ini dengan pemerintahan sementara yang melibatkan Taliban.

Utusan AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad telah melakukan perjalanan ke wilayah itu untuk menggalang dukungan bagi gencatan senjata dan penyelesaian perdamaian yang dapat mencakup pemerintahan sementara.

Baca :  Sambangi KNPI, GMKI Bogor Bawa Pesan Perdamaian

Sumber resmi Afghanistan mengatakan pada pekan lalu bahwa, Ghani bermaksud mempresentasikan rencana tiga tahap pada pembicaraan di Istanbul.

Langkah pertama melibatkan mencapai penyelesaian politik dengan Taliban dan mengumumkan gencatan senjata yang dipantau secara internasional.

Dia kemudian mengusulkan untuk mengadakan pemilihan presiden lebih awal di mana Taliban dapat mengambil bagian untuk membentuk “pemerintahan damai”.

Itu akan mengarah pada banyak program pembangunan di seluruh negara yang dilanda perang dan bekerja pada kerangka konstitusional baru.

Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Afghanistan, sebuah badan negosiasi terpisah yang didirikan pada tahun 2010, diharapkan untuk mempresentasikan usulannya sendiri setelah berkonsultasi dengan berbagai partai politik dan anggota masyarakat sipil.

Baca :  Mengintip "Kongkow Milenials" di Ruang Toleransi

Reporter: Jhonie Arya
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Aljazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here