Angka Stunting di Tegallega Masih Tinggi, Perlu Perhatian Semua Pihak

oleh -436 views
Angka Stunting, Stuntung di Tegallega, Stuntung di Kota Bogor, Perlu Perhatian

BOGOR (Lead.co.id) – Angka stunting di Kota Bogor dinilai masih lebih baik meski masih ada kasus stunting yang angkanya cukup tinggi di Kelurahan Tegallega. Kasus tersebut perlu perhatian semua pihak untuk mengatasinya.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya saat menghadiri Primanutri Posyandu Indomaret X Primago di Urban Farming Bigland, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, pada Senin (30/5/2022).

Menurut Bima, berdasa penelitian, yang membuat angka stunting itu naik diantaranya karena pola pemberian ASI Eksklusif yang tidak maksimal. Upaya menangani stunting di Kota Bogor itu dilakukan secara keseluruhan, dimulai saat akan menikah dengan edukasi dan pembekalan.

Selain pola makan, faktor lain stunting disebabkan kurangnya asupan gizi bagi anak-anak dan yang lainnya. Bersama pihak lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya dalam mendorong semua warga dalam memberikan pemahaman terkait kesehatan, khususnya tentang stunting dan bahayanya.

Baca :  Ikhtiar Pemkot Bogor Turunkan Angka Stunting

Hal ini ditujukan agar edukasi dan pemahaman yang disampaikan berjalan dengan baik dan maksimal, sehingga para orang tua di Kota Bogor bisa melahirkan dan mempersiapkan anak-anaknya dengan baik hingga mampu menjemput masa depannya kelak.

“Jadi siklusnya itu panjang, dimulai bukan ketika kehamilan tetapi sejak akan menikah kemudian menjalani prosesnya hingga hamil kemudian melahirkan,” papar Bima.

Menurut dia, pemahaman harus diberikan bagi yang akan menikah bahwa, harus banyak mengkonsumsi asupan yang bergizi, ditambah vitamin agar ketika hamil cukup asupannya. Selain itu, juga kualitas ASI baik agar anak-anaknya tumbuh sehat dan bisa menjalani pendidikan sejak dini hingga dewasa.

“Anak-anak harus sehat, para ibu hamil harus diperhatikan, pendidikannya dan semuanya harus diperhatikan,” tambah Bima.

Baca :  Ikhtiar Pemkot Bogor Turunkan Angka Stunting

Sementara itu, Ketua Jabar Bergerak Kota Bogor sekaligus Bunda Stunting Kota Bogor, Yantie Rachim menyatakan, kegiatan Primanutri Posyandu Indomaret X Primago sesuai dengan visi Jabar Bergerak Kota Bogor, yaitu bergerak berdasarkan kepedulian untuk masyarakat Jawa Barat, khususnya Kota Bogor.

“Kolaborasi ini menjadi upaya bersama dalam meningkatkan kesehatan bayi dan balita dengan sasaran seluruh posyandu di Kelurahan Tegallega sebanyak 22 orang. Ke depan saya berharap kegiatan ini berlangsung di kelurahan-kelurahan lain di Kota Bogor dengan prioritas kelurahan yang menjadi lokasi khusus penanganan stunting,” kata Yantie.

Brands Manager PT Indomarco Prismatama Cabang Bogor 1, Indra Setiawan sepakat bahwa kegiatan tersebut sebagai kolaborasi dalam upaya membantu pemerintah mengurangi angka stunting, khususnya di Kota Bogor. Apalagi, di Indonesia sendiri angka stunting masih ada di angka 24 persen.

Baca :  Ikhtiar Pemkot Bogor Turunkan Angka Stunting

Kolaborasi itu sudah dilaksanakan sejak tahun 2015, salah satu tujuannya untuk membantu pemerintah dalam menangani pelayanan kesehatan dasar melalui posyandu. Pasalnya, belum semua masyarakat menerima pelayanan kesehatan dasar akibat keterbatasan yang ada.

“Semoga memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi bayi dan balita agar bisa tumbuh dan berkembang lebih baik lagi karena anak-anak adalah aset dan penerus bangsa,” ungkapnya.

Dalam kegiatan CSR Kesehatan Indomaret di Kelurahan Tegallega tersebut, dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi balita dan para lansia. Selain sosialisasi kesehatan terkait anak kurang gizi, stunting, juga digelar lomba foto balita dengan peserta kurang lebih 150 balita dan 60 lansia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *