Antrean Solar Mengular di SPBU, Pengawas: Keterbatasan Pasokan

oleh -136 views

SUKABUMI – Antrean kendaraan yang mengular di salah satu SPBU menjadi perhatian masyarakat. Banyak pengendara, khususnya kendaraan angkutan barang dan kendaraan diesel, harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM jenis Solar subsidi.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pengawas SPBU, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh gangguan teknis pelayanan maupun kendala internal SPBU, melainkan karena keterbatasan distribusi Solar dan kondisi stok di SPBU lain di wilayah sekitar.

Menurut pengawas, pasokan solar yang diterima tidak setiap hari mendapatkan pengiriman, melainkan ada jadwal tertentu.

“Kalau yang antre panjang itu memang kendaraan Solar. Pasokan Solar dikirim sekitar 8 ton per hari dan jumlahnya memang sudah ditentukan, tidak bisa lebih dari itu,” ujar pengawas SPBU.

Ia menjelaskan, panjangnya antrean sering terjadi ketika sejumlah SPBU lain di sekitar lokasi mengalami kekosongan stok Solar. Akibatnya, para sopir dan pengguna kendaraan diesel beralih ke SPBU yang masih memiliki ketersediaan Solar.

“Biasanya kalau SPBU lain masih ada stok, antrean tidak sepanjang ini. Kemungkinan di beberapa tempat lain stoknya kosong, sehingga kendaraan mencari SPBU yang masih tersedia Solar,” katanya.

Pengawas juga menegaskan bahwa antrean yang terjadi bukan karena adanya gangguan sistem, kerusakan peralatan, maupun kendala pelayanan.

“Kalau ada kendala teknis biasanya justru pembeli berkurang karena transaksi terganggu. Kondisi sekarang normal, hanya karena konsentrasi kendaraan berkumpul di SPBU yang masih memiliki stok Solar,” jelasnya.

Selain itu, pihak SPBU mengaku rutin melaporkan kondisi stok kepada Pertamina dan instansi terkait guna memastikan distribusi BBM subsidi dapat dipantau dan diarahkan ke lokasi yang membutuhkan.

Baca :  Penyelewengan BBM Bersubsidi Terungkap, Dijual ke Kapal Nelayan

Untuk kapasitas penyimpanan, SPBU tersebut memiliki tangki Solar dengan kapasitas sekitar 20 ton, sementara pengiriman harian Solar berkisar 8 ton. Adapun pengisian BBM subsidi tetap mengikuti aturan dan kuota yang telah ditetapkan berdasarkan jenis kendaraan.

Di sisi lain, pengawas juga menyoroti dampak kenaikan harga BBM non-subsidi terhadap perilaku konsumen. Menurutnya, banyak pengguna kendaraan yang mulai mengurangi jumlah pembelian BBM atau beralih ke jenis BBM yang lebih terjangkau.

“Ketika harga BBM naik, masyarakat biasanya menyesuaikan. Kalau sebelumnya mengisi penuh, sekarang jumlah pembeliannya dikurangi. Dampaknya cukup terasa terhadap pola konsumsi BBM,” ungkapnya.

Meski antrean terlihat panjang sejak pagi hari, pihak SPBU memastikan pelayanan tetap berjalan normal dan seluruh operator tetap melayani sesuai prosedur yang berlaku.

Baca :  HMI-MPO Cabang Bogor Pastikan Berangkat ke DPR: BBM Naik, Rupiah Tertekan

Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi terkait adanya gangguan pelayanan maupun penimbunan BBM, karena berdasarkan keterangan pengawas SPBU, antrean terjadi akibat meningkatnya permintaan Solar subsidi yang terkonsentrasi pada SPBU yang masih memiliki ketersediaan stok, sementara sejumlah SPBU lain diduga mengalami keterbatasan pasokan.