Sampang, (LEAD.co.id) – Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kabupaten Sampang, menggelar Lokakarya program penanganan kumuh.
Kegiatan yang digelar selama dua hari sejak Kamis 17-8 November 2021 itu dipusatkan di Aula Utama Bappelitbangda Kabupaten Sampang.
Sebanyak 30 peserta hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid maupun daring.
Asisten Kota (Askot) Mandiri Kabupaten Sampang Hari mengatakan, peserta yang hadir terdiri dari unsur Bappelitbangda, Dinas PRKP, Camat, Kepala Desa, FKa-LKM, LKM yang ada di 4 desa yaitu Desa Sejati, Desa Banjar Talela, Desa Taddan Kecamatan Camplong dan Desa Jelgung Kecamatan Robatal.
“Hari pertama dibuka oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jawa Timur, Rekyan Puruhita Sari. Ia sangat mengapresiasi kegiatan lokarya yang digelar oleh KOTAKU Sampang. Untuk mengentahui dan memahami capaian dan target penanganan kumuh Kabupaten Sampang,” katanya.
Target dari kegiatan ini, kata Hari, untuk menyusun strategi pelaksanaan kegiatan pembangunan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai stakeholder, dan memetakan isu-isu strategis penanganan kumuh.
Serta menentukan mekanisme koordinasi serta konsolidasi sebagai bentuk sinergitas dalam penanganan kumuh Kabupaten Sampang.
“Pamateri hari pertama yaitu Kepala Bappelitbangda tentang Kebijakan Daerah dalam penanganan Kumuh. Kemudian dilanjutkan oleh perwakilan OSP 3 Jawa Timur Samsul Ma’arif tentang target dan capaian program penanganan umuh dalam Program KOTAKU,” ucapnya.
“Kemudian dilanjutkan dengan paparan Best Practice dari KPP Mulia Bersama Desa Jelgung,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Desa Jegung,Abdul Hamid mengapresiasi program KOTAKU. Pihaknya berharap, tahun depan program tersebut bisa dilaksanakan di desanya.
“Kami mewakili Kepala Desa yang lain mengapresiasi dan mendukung program KOTAKU Sampang, karena pembangunan infrastruktur sangat bermanfaat kepada masyarakat,” tandasnya.
Reporter: Kholisin Susanto
Editor: Moh Hasanuddin

