LEAD.co.id | Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Bogor sejak sore, menyebabkan banjir yang kedua kalinya di Kp. Keramat, RT 5/1, Kelurahan Tanah Baru, Kota Bogor Utara, Jum’at (7/2/2020).
Kwatno selaku Ketua RT 05 mengungkapkan, kali ini merupakan banjir terparah yang kedua kalinya pasca tanggal 1 Januari lalu. Pantauan tim LEAD.co.id, banjir ini berdampak ke 79 Keluarga dan mengakibatkan 26 rumah mengalami retak.
“Sejak pukul 15.00 Wib, hujan lebat yang mengakibatkan aliran sungai Ciheuleut dan sungai Ciluwer tak bisa menampung, ditambah juga semenjak adanya proyek Kolam Retensi inilah,” ungkapnya.
Warga juga menyayangkan kesiapsiagaan pihak pemerintah dalam menanggulangi banjir ini. Pihak BPBD disebutnya sangat tidak sigap merespon terjadinya bencana. Padahal, kata Kwatno, sejak banjir sore tadi pihaknya sudah menghubungi petugas Kelurahan dan Kecamatan untuk meminta bantuan.
“Kami segera koordinasi dengan pihak pemerintahan diwilayah seperti Kelurahan dan Kecamatan, tapi sangat responnya sangat kurang dan tidak ada gregetnya kalau saya bilang. Dari BPBD Kota Bogor baru bisa merapat pukul 19.30 Wib,” tegasnya.
Mewakili warga, dirinya meminta kepada Pemerintah Kota Bogor memperhatikan nasib warga yang terdampak banjir ini.
Saat berita ini diterbikan, air sudah mulai surut, namin warga tetap waspada dengan intensitas hujan ringan yang masih mengguyur. (SM)





