MALAYSIA (LEAD.co.id) – Banjir di Selangor, Malaysia telah mengakibatkan sedikitnya delapan orang tewas dan 32.000 orang telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara.
Akibat banjir itu, Malaysia telah menerjunkan tim gabungan di tujuh negara bagian. Banjir paling parah berada di Selangor, wilayah yang paling padat penduduknya di negara itu.
Polisi Selangor melaporkan bahwa, delapan orang ditemukan tewas dalam banjir, pada Senin (20/12/2021). Mereka termasuk empat orang di Taman Sri Muda, distrik Shah Alam.
Banyak orang yang diyakini masih terjebak di rumah dan gedung apartemen karena upaya penyelamatan terhambat oleh kurangnya perahu dan tenaga.
Setidaknya sebanyak 32.000 orang telah terlantar dari Selangor telah dipindahkan ke tempat penampungan sementara, kata kepala menteri negara bagian yang dikutip Reuters.
Tetapi tidak jelas berapa banyak lagi yang harus diselamatkan karena jalur komunikasi terputus di banyak bagian negara bagian itu.
Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob mengaku telah memerintahkan semua lembaga untuk melakukan operasi “lebih agresif” untuk membantu mereka yang terdampak di Taman Sri Muda.
Warga Taman Sri Muda, Sazuatu Remly (43) dan keluarganya diselamatkan oleh teman-temannya pada Senin, setelah terjebak di rumah mereka selama lebih dari dua hari.
“Bantuan dari pemerintah tidak pernah datang kepada kami, kami hanya mendapat bantuan dari orang tua dari anak-anak yang saya asuh,” katanya kepada Reuters.
Sazuatu berharap, pihak berwenang dapat bertindak lebih cepat dan memberi lebih banyak perhatian kepada orang-orang di sini.
Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Kantor Berita via Reuters

