LEAD.co.id | Ratusan warga terdampak banjir bandang di Lebak, Banten, ditemukan petugas gabungan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Tim Search and Rescue (SAR) di dalam hutan. Mereka merupakan warga Kampung Cigobang, Kabupaten Lebak, Banten, yang mengungsi saat terjadi banjir bandang beberapa hari lalu.
Seratusan warga tersebut menyelamatkan diri dengan naik ke bukit dan hutan dari terjangan bencana banjir bandang beberapa waktu lalu dengan hanya membawa perbekalan seadanya.
“Ada sekitar 150 warga yang mengungsi di dalam hutan dan kondisi memprihatinkan seperti lemas karena mereka sudah sekitar beberapa hari bertahan di hutan untuk menyelamatkan diri saat banjir bandang menerjang perkampungan mereka di Desa Cigobang, Kecamatan Lebak,” kata Koordinator Lapangan PMI di Pos Lebak Gedong Awang, Selasa (7/1/2020) seperti dilaporkan Kompas.com melansir Antaranews.com.
Laporan Tim DMC Dompet Dhuafa
Kondisi tersebut juga pernah dilaporkan oleh Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa yang berkoordinasi lebih lanjut dengan Tim Respon Cabang Banten, di Ponpes (Pondok Pesantren) Darul Mustofa, Kampung Hemberang, Desa Luhur Jaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Jum’at (3/1/2020) lalu.
20 orang relawan dari Tim DMC Dompet Dhuafa mendirikan Pos yang menjadi salah satu titik pengungsian terbanyak. “Pengungsi ada sekitar 200 orang, namun itu terus bertambah karena masih dalam fase evakuasi”, terang Agus Salim, Tim Respon Dompet Dhuafa Banten, kepada redaksi LEAD.co.id, Kamis (2/1/2020) lalu.
Wawan, selaku Penanggung Jawab pihak Ponpes Darul Mustofa melaporkan, untuk menuju ke lokasi-lokasi tersebut menjadi akses sulit, lumpur, jembatan rusak, dan area rawan longsor.
“Ada pengungsi yang bertahan di hutan-hutan, juga belum tersentuh di blok Gunung Sibandung”, lanjut Wawan.
Baca : Tim DMC Terjun ke Lebak, Bantu Susur Pengungsi yang Terisolir hingga Bertahan di Hutan
Penyisiran Tim SAR dan PMI
Saat dilakukan penyisiran oleh personel PMI bersama Tim SAR gabungan Pos Lebak Gedong ditemukan warga dalam kondisi mengkhawatirkan seperti lemas dan ada beberapa di antaranya yang sakit karena selama mereka terisolasi tidak membawa bekal yang mencukupi.
“Para korban terdampak banjir langsung kami evakuasi ke Puskesmas Lebak Gedong dan sebagian di bawa ke Markas Batalyon Mandala Yudha Kostrad Ciuyah, Lebak karena, GOR Futsal Lebak Gedong sudah sangat penuh dengan pengungsi,” katanya.
Awang mengatakan, warga yang ditemukan di dalam hutan tersebut dievakuasi dengan menggunakan kendaraan roda empat dan ambulans. Sebab, ada sebagian dari mereka yang sakit.
Korban banjir ini pun langsung diberikan asupan makanan untuk menambah energi karena selama mengungsi perbekalannya terbatas. (Sumber: Kompas.com, Dompet Dhuafa/Red)

