Site icon LEAD.co.id

Baru Dibentuk Dua Minggu, Tim Qasidah Junior Al Qohhariyah Raih Juara I

BOGOR (LEAD.co.id) | Pondok Pesantren (Ponpes) Al Qohhariyah meraih Juara I kategori qasidah dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Bogor. Perlombaan yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Citeureup itu berlangsung di Citeureup, Kabupaten Bogor, Sabtu (24/10/2026).

Prestasi tersebut diraih oleh tim qasidah generasi junior yang baru dibentuk setelah para anggota senior tidak lagi aktif. Meski tergolong tim baru, para santri berhasil mempersiapkan diri melalui latihan intensif selama dua minggu sebelum perlombaan.

Pembina sekaligus pelatih tim qasidah Ponpes Al Qohhariyah, Muhamad Burhan Nawawi, mengatakan persiapan dilakukan secara rutin setiap malam untuk mematangkan penampilan para santri.

“Persiapannya sih dari dua minggu sebelum perlombaan. Nah, latihannya itu setiap malam,” ujar Burhan saat diwawancarai pada Selasa (27/10/2026).

Dalam proses persiapan, para santri menghadapi tantangan membagi waktu antara kegiatan sekolah, aktivitas di pesantren, dan latihan qasidah. Namun, dukungan dari pihak pesantren menjadi salah satu faktor yang membantu mereka menjalani persiapan hingga perlombaan.

Menurut Burhan, pimpinan pesantren senantiasa mendukung para santri untuk mengikuti berbagai kegiatan selama kegiatan tersebut bersifat positif dan mampu mereka jalani.

FOTO. Tim Qasidah Ponpes Al Qohhariyah saat tampil dalam peringatan HSN yang di selenggarakan MWC NU Kecamatan Citeureup.

“Jadi setiap ada kegiatan, selagi kitanya bisa, selagi kitanya mampu, selalu didukung sama pihak pesantren,” katanya.

Burhan berharap prestasi tersebut menjadi awal bagi generasi junior untuk meneruskan pencapaian para seniornya. Ia juga berharap tim qasidah Ponpes Al Qohhariyah dapat kembali mengikuti perlombaan dengan jenjang yang lebih tinggi, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.

“Harapan ke depannya bisa mengikuti jejak dari seniornya. Mungkin selanjutnya bisa ikut lagi di tingkat provinsi dan ikut sampai ke tingkat nasional,” tuturnya.

Di balik pencapaian tersebut, kebersamaan selama proses latihan hingga perlombaan turut menjadi pengalaman berkesan bagi para santri. Burhan menceritakan, mereka kerap makan bersama setelah latihan dan menghabiskan waktu bersama setelah mengikuti perlombaan.

Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi para santri untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni islami sekaligus menjaga semangat kebersamaan dalam kegiatan pesantren.

Kontributor : Magang UIB Bogor – Dede Dina Muhlisoh
Editor : Aru Prayogi

Exit mobile version