LEAD.co.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan merelokasi ratusan pedagang kaki lima (PKL) untuk meningkatkan derajat dan martabatnya.
Hal itu disampaikakn Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim usai pertemuan rapat koordinasi (Rakor) terkait penataan PKL, bersama PT Mayora dan Bank Jawa Barat dan Banten (BJB), beserta sejumlah pihak lainnya, di Balai Kota Bogor, Jumat (14/2/2020).
Pada Rakor tersebut, dibahas penataan PKL dengan beberapa titik relokasi, yaitu kawasan Sempur, Ciremai, Sukasari, Semeru, dan GOR. Untuk titik relokasi kawasan Sempur ini, pedagang disana sudah membentuk koperasi beranggota 120 orang. Meski demikian, pihaknya masih mendata ulang fasilitas yang akan dibangun dari dana CSR itu, agar bisa memenuhi paling tidak seluruh pedagang yang sudah terdaftar.
Kemudian, sambung Dedie, pihaknya juga membahas tentang kemungkinan pemindahan PKL jalan Cermai ke area Sempur, atau membaginya dengan Perumda Pasar Pakuan Jaya untuk penataan sentra kuliner di Taman Kencana yang selama ini dinilai belum efektif.
“Kita juga melibatkan CSR dari PT Mayora, jadi bukan hanya BJB yang selama ini sudah berkomitmen untuk membangun sarana penataan sentra kuliner di Sempur, tetapi juga kemungkinan ada keterlibatan dengan PT Mayora,” kata Dedie seperti dikutip laman resmi Pemkot Bogor.
Selain itu, terkait dengan penataan PKL di Jalan Semeru setidaknya ada sebanyak 45 pedagang yang nantinya akan direlokasi masuk ke dalam area Rumah Sakit Marzuki Mahdi. Pihak RS sendsiri sudah mengizinkan untuk dibangun sentra kuliner, dengan bantuan dana CSR.
Adapun relokasi PKL yang ada di Sukasari, rencananya akan dibiayai CSR oleh PDAM dan Mayora.
Senada dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bogor, Samson Purba. Sedikitnya ada ratusan PKL yang akan direlokasi ke sejumlah titik untuk meningkatkan derajat dan martabat PKL di Kota Bogor.
“Yang kita rapatkan tadi rencana penataan PKL untuk dibangun menjadi setra kuliner. Lokasinya di Sempur, Ciremai, Sukasari, Semeru, dan GOR. Jumlah dari masing-masing lokasi berbeda, contoh di GOR itu ada 30, Sempur ada 120, sukasari 135, begitu juga di Semeru ada 45 PKL,” sebutnya. (AP)

