Belajar Budaya Tertib dan Bersih dari Masyarakat Jepang

oleh -396 views
Apendi Arsyad, Perjalanan, Wisata, Jepang, Japan

Oleh: Apendi Arsyad

Syukron, hatur nuhun om Trisnaidi (Tris) atas infonya yang menarik tentang pola budaya Jepang. Betul komentnya om Tris tersebut, Kyoto City adalah kota berkemajuan, modern dan berperadaban, juga merupakan sebuah kota bersejarah bagi negara Jepang.

Di kota ini terdapat banyak kuil-kuil (temples) rumah ibadah penganut agama Budha, yang telah berdiri ratusan tahun, yang pernah saya baca dimonumennya sekitar abad ke 12, terutama kuil yang besar, yang kini menjadi objek wisata. Banyak warisan peninggalan (herritages) sejarah Jepang ada di kawasan kota ini.

Terus terang, sebenarnya banyak hal juga yang bisa kita petik pelajaran (lesson learn) dari objek-objek destinasi wisata yang sempat kita lihat, misalnya seperti pola penataan kotanya, pola bangunan pemukiman penduduk yang tertata rapi, ada sejumlah taman kota ditanami dengan aneka bunga dan vegetasi yang indah (warna-warni) dan tertata apik, sistem transfortasi (bus dan kereta api) berbasis information and communication technology (ICT) dan terkoneksi dengan baik, infrastruktur jalan-jembatan yang kokoh dan rapi, budaya antri warga masyarakat dalam mendapatkan pelayanan umum, manajemen konservasi ekosistem hutan, lahan perbukitan dan daerah aliran sungai (DAS) dimana vegetasi flora lestari dan airnya pun yang mengalir bersih/bening.

Baca :  Perjalanan Wisata ke Jepang

Padahal aliran air sungai tersebut melintasi kota dan kawasan pemukiman penduduk yang padat, dimana tidak ditemukan sampah atau limbah (waste or residual) keluarga, pabrik-industri, dan lain-lain.

Hidup berbudaya bersih sebagaimana hadist nabi Muhammad SAW “kebersihan adalah separoh dari iman, “, ternyata diamalkan di negeri Sakura Jepang, yang konon masyarakat berkepercayaan agama Budha/Shinto..

Benar juga kata teman saya, yang pernah berkata kepada saya bahwa “..bung AA jika anda berjalan-jalan (touring) bertamasya ke beberapa kota di Jepang dan Anda amati kehidupan sekitarnya, maka akan tampak “Islamic values”, sistem nilai Quran dan Sunnah Rasul (QnS) telah dipraktekan di sana”.

Baca :  PM Jepang Kunjungi Indonesia, Lawan Pengaruh China

Sekarang saya bukan lagi sekedar mendengar cerita tentang pola budaya hidup bersih dan tertib masyarakat Jepang, akan tetapi saya sesungguhnya betul-betul sudah melihat rialitasnya sendiri bersama anggota keluargaku.

Alhamdulillah, saya sekeluarga telah melakukan perjalanan wisata alam dan budaya ke negara Sakura Jepang selama lk seminggu, dari tanggal 17 sampai dengan 25 April 2023 yang lalu, bertepatan dengan musim dingin. Menarik untuk dikaji atau dipelajari pola budaya tertib dan bersih tersebut, mengapa bisa demikian, why ?

Maaf agak berbeda bahkan kontras (paradoks) dengan pola kehidupan masyarakat muslim di negara kita.. Ini merupakan tantangan, bagaimana kita membumikan ajaran Islam (QnS) menjadi kultur kolektif dalam berperilaku tertib dan bersih dalam bermasyarakat, terutama dalam aspek pola budaya melestarikan ekosistem hutan, DAS, lahan perbukitan, etc etc, terutama kebersihan lingkungan pemukiman dan fasilitas sosial/publik.

Baca :  Presiden Jokowi Sambut Kunjungan PM Jepang di Istana Bogor

Penulis adalah Dosen, Konsultan, Pegiat dan Pengamat Sosial