LEAD.co.id | Perdana Menteri Jepang yang baru, Yoshihide Suga, berangkat menuju ke Vietnam dan Indonesia, Minggu (18/10/2020). Ini merupakan perjalanan ke luar negeri pertama kalinya sejak menggantikan Perdana Menteri yang lama, Shinzo Abe pada bulan lalu.
Sumber Associated Press (AP) melaporkan, kunjungan Yoshihide Suga ke Asia Tenggara ini sebagai upaya Jepang untuk membangun hubungan ekonomi dan pertahanan, dalam rangka melawan pengaruh China. Hal itu sejalan dengan visi Abe tentang “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka” yang didukungnya bersama Washington.
“Negara-negara ASEAN adalah mitra kami yang sangat penting untuk mencapai Indo-Pasifik bebas dan terbuka yang telah dipromosikan Jepang,” kata Suga kepada wartawan sebelum menaiki penerbangannya ke Hanoi, ibu kota Vietnam.
Dia juga menyatakakn, sebagai bagian dari negara-negara Indo-Pasifik, Jepang berkomitmen untuk berkontribusi di kawasan ini. “Saya akan menyampaikan hal ini dengan jelas kepada orang-orang di dalam dan di luar negara kita,” tambah dia.
Sumber Ap menyebut, Suga akan menandatangani perjanjian alutsista dan transfer teknologi dengan Vietnam sebagai bagian dari upaya untuk mempromosikan ekspor peralatan militer buatan Jepang. Itu pertanda bahwa Suga pasti akan mengikuti jejak Abe dalam diplomasi.
Suga merupakan Perdana Menteri Jepang baru yangg terkenal karena pekerjaannya di belakang layar, yang mendorong agenda Abe sebagai sekretaris kabinet. Dia menggunakan latar belakangnya yang sederhana sebagai anak seorang petani stroberi dan seorang guru, serta gaya pekerja kerasnya yang sederhana, untuk menciptakan citra yang lebih populis daripada pendahulunya.
Meski sebagian besar dunia, termasuk Jepang, sibuk memerangi pandemi, Suga lebih fokus untuk memberikan hasil. “Apa yang selalu ada di pikiran saya adalah menangani apa yang perlu dicapai tanpa ragu-ragu dan dengan cepat,” tegas Suga.
Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Mari Yamaguchi/ AP





