LEAD.co.id | Pasca Mahasiswa di Sempur, Kota Bogor dinyatakan positif Corona, publik mempertanyakan penanganan, pencegahan dan antisipasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota bogor. Pasalnya, sampai saat ini belum dibentuk tim Gugus Tugas Penangananan COVID-19 di tingkat Daerah.
Pemkot Bogor dalam menagani COVID-19 dinilai lambat sebelumnya meski semua Wali Kota dan Bupati telah diimbau oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 agar segera berkonsultasi dan berkoordinasi untuk membentuk tim Gugus Tugas di tingkat Daerah.
Imbauan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo kepada para Gubernur, Bupati dan Walikota selaku Ketua Gugus Tugas Penangananan COVID-19 di Daerah tersebut sebagai tindak-lanjut dari pernyataan Presiden RI yang disampaikan pada hari Minggu, 15 Maret 2020 di Istana Bogor dan hari ini Senin, 16 Maret 2020 tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam penanganan COVID-19.
Merespon hal itu, tokoh Pemuda Kota Bogor, Hasbulloh berpendapat bahwa Pemerintah Kota Bogor terlihat belum siap secara infrastruktur dan suprastruktur dalam menghadapi kasus Corona virus ini.
“Hal sederhana yang saya lihat adalah, ketidakmampuan memberikan Jaminan kepada masyarakat terhadap langkah yang diambil, memberikan ketenangan kepada masyarakat secara umum,” terangnya kepada LEAD.co.id, Rabu (18/3/2020).
Ketidaksiapan dan ketidakmampuan tersebut, imbuh dia, salah satunya adalah belum disiapkan posko Corona Center di tingkat Daerah Kota Bogor, sehingga masyarakat akan sangat kesulitan apabila ada kasus yang mencurigakan di tengah masyarakat.
Menurutnya posko itu diperlukan, karena akses masyarakat terhadap puskesmas sangat terbatas, apalagi terhadap rumah Sakit yang terlalu birokratis dalam pelayanan. “Disini terlihat pemkot Bogor cukup lambat, karena sampai saat ini Baru hanya melakukan himbauan tanpa ada langkah kongkrit,” tambah mantan Ketua KNPI Kota Bogor ini.
karenanya, imbauan tanpa langkah kongkrit, justru malah tidak diikuti oleh masyarakat. Faktanya masyarakat masih banyak yang tidak menghiraukan himbauan pemkot Bogor. Faktanya pemerintah belum memiliki solusi ketika masker, disinfectant dan hand sanitizer serta thermometer gun, sulit dicari oleh masyarakat di pasaran.
“Mudah-mudahan setelah hari ini, banyak langkah kongkrit yang dilakukan oleh pemerintah. Dan tentunya masyarakat semakin perhatian terhadap himbauan pemerintah,” pungkasnya.





