BOGOR (Lead.co.id) – Di tengah derasnya dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang terus menjadi sorotan publik, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar forum diskusi dan konsolidasi bertajuk “Indonesia Kelas Krisis”, pqda Rabu (24/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula FKIP Lantai 3 UIKA Bogor tersebut menjadi ruang pertemuan mahasiswa untuk membedah berbagai persoalan nasional yang dinilai semakin kompleks dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Mengangkat tema “Membedah Akar Masalah, Mengawal Solusi Bangsa”, forum ini menghadirkan Presiden Mahasiswa UIKA 2026, Alfadly Ridwan, sebagai pemateri utama. Diskusi dipandu oleh M. Julpi Ibrahim dan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi yang hadir untuk memperdalam pemahaman terhadap isu-isu strategis nasional.
Dalam penyampaiannya, Alfadly Ridwan menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh bersikap apatis terhadap berbagai persoalan bangsa yang terus berkembang. Menurutnya, kampus harus tetap menjadi ruang lahirnya pemikiran kritis yang mampu mengawal arah kebijakan negara agar tetap berpihak kepada rakyat.
“Indonesia sedang menghadapi banyak persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengamat, tetapi harus mampu memahami akar masalah, mengawal kebijakan, dan menghadirkan gagasan yang solutif. Melalui forum ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa masa depan bangsa tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada elite politik, tetapi juga harus dikawal oleh generasi muda yang kritis dan berintegritas,” ujarnya.
Ia menambahkan, diskusi dan konsolidasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai kekuatan moral sekaligus kontrol sosial di tengah berbagai tantangan nasional yang terus berkembang.
Di tengah meningkatnya persoalan ekonomi, pendidikan, hingga tata kelola kebijakan publik yang kerap menuai perdebatan, ruang diskusi akademik dinilai menjadi instrumen penting dalam menjaga tradisi berpikir kritis mahasiswa.
BEM FKIP UIKA berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ruang wacana, tetapi juga wadah konsolidasi gagasan dalam melahirkan perspektif baru yang lebih konstruktif untuk masa depan bangsa.
Surya SP





