BOGOR (Lead.co.id) – Tinder adalah aplikasi layanan pencarian sosial berbasis lokasi menggunakan profil dari Facebook dan layanan fitur GPS di ponsel yang memfasilitasi komunikasi antara pengguna yang saling tertarik, yang memungkinkan kecocokan pengguna untuk mengobrol.
Baru-baru ini, seorang perempuan asal Jawa Barat iseng-iseng menggunakan aplikasi dating bernama Tinder tersebut. Dia menggunakan aplikasi tersebut dikarenakan kebosanan yang melanda saat PSBB di masa pandemi awal tahun 2020.
Dia menceritakan beberapa kejadian tidak mengenakan yang dialaminya. Mulai dari penipuan hingga mendapat berbagai ancaman yang menyebabkan rasa traumatic dalam waktu panjang. Dia juga mulai merasakan adanya gangguan mental.
Gejala dan tanda gangguan mental sendiri tergantung pada jenis gangguan jiwa yang dialami. Penderita bisa mengalami gangguan pada emosi, pola pikir, dan perilaku.
Diketahui perempuan berinisial M tersebut berkenalan dengan salah satu pria di aplikasi Tinder. Merasa cocok akhirnya percakapan mereka berlanjut ke WhatsApp.
Setelah cukup lama mereka berhubungan online, sang pria mulai berani meminta hal hal yang negative seperti meminta foto tanpa busana hingga VCS atau video call sex.
Telah banyak kerugian yang didapat oleh perempuan berinisial M tersebut. Dia sudah mencari pria tersebut dimana mana untuk diminta pertanggung jawabnya tetapi tidak mendapatkan hasil.
Perempuan berinisial M tersebut tidak melaporkan ke jalur hukum dikarenakan belum terlalu mengerti tentang dunia hukum.
“Kita harus berhati hati dalam menggunakan Tinder atau pun aplikasi dating lainnya. Jangan mudah percaya begitu saja omongan orang yang tidak dikenal,” pesan perempuan berinisial M tersebut.
Mencari kenalan baru lewat aplikasi seperti Tinder memang cukup mudah dan seru. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, memanfaatkan aplikasi dapat menjadi solusi jika kamu ingin tetap terhubung dengan teman atau mendapat kenalan baru di luar lingkaran pertemanan.
Namun, di balik kemudahan yang ada kita sering sekali mendengar adanya kejahatan yang memanfaatkan platform Tinder. Mulai dari kejahatan seksual, penculikan, hingga pembunuhan.
Simak empat tips berikut agar terhindar dari modus-modus kejahatan:
1. Selektif dalam berkenalan Cobalah lebih teliti dalam mencari kenalan.
Berhati-hatilah jika kamu menemukan seseorang yang menggunakan foto artis terkenal atau sosok lainnya.
Tinder menyediakan fitur Verifikasi Foto, dimana pengguna yang sesuai dengan “asli”-nya akan mendapatkan centang biru sebagai tanda kalau profil tersebut telah diverifikasi.
Fitur ini memberi kamu kesempatan untuk mengambil keputusan yang tepat sebelum kamu swipe kiri atau kanan orang tersebut.
2. Jangan mudah percaya Setelah cocok, biasanya sosialisasi akan berlanjut ke komunikasi.
Jika sudah sering berkomunikasi dan merasa cocok dengan kenalan baru, hati seseorang cenderung lebih terbuka terhadap hubungan baru. Namun, jangan mudah percaya dengan kenalan barumu ini.
Misalnya, apabila suatu ketika si dia mau meminjam uang, kamu harus berhati-hati untuk memercayai alasannya. Selain itu, jangan pernah memberikan informasi apapun yang dapat memberikan akses ke akun keuangan kamu. Ingat, kamu bisa menolaknya tanpa perlu merasa tidak enak.
3. Melaporkan Jika kamu sampai menerima pesan yang sedikit kasar.
fitur Prompt dengan kata-kata: “Apakah Ini Mengganggu Kamu?” akan langsung muncul dan bertanya apakah pesan yang kamu terima mengganggu atau tidak. Kamu bisa memilih “ya”, kemudian melaporkan dan memblokir pengguna jika memang merasakan perilaku yang mencurigakan.
4. Jangan takut mengatakan “tidak”
Jika match kamu menanyakan nomor ponsel pribadi namun kamu belum ingin memberikannya, kamu bisa menolaknya. Daripada memberikan nomor ponsel pribadi, kamu bisa mengajak dia untuk mengobrol melalui Face to Face Video chat terlebih dahulu untuk mengenal satu sama lain dengan lebih baik tanpa memberikan informasi pribadi.
Fitur Video chat ini bisa dipakai jika kedua belah pihak setuju untuk melakukannya. Melalui fitur ini, kamu juga dapat melihat apakah match kamu sesuai dengan fotonya atau tidak.
Jika selama panggilan video lawan bicaramu mengatakan atau melakukan sesuatu yang mengganggu, atau melakukan pelecehan, kamu selalu bisa mematikan video dan melaporkan akun tersebut.

