Oleh: Rd. Ace Sumanta
Senin, 16 Mei 2022 bertepatan dengan hari libur Waisak. Tentu saja suasana liburan pasca Idhul Fitri masih ada. Kami keluarga besar Rd. Ace Sumanta mengadakan piknik liburan bersama keluarga baik istri dan anak maupun menanti, ibu dan adik-adik dari pihak suami anaku yang besar Dena Wisnu.
Sudah lama memang kami tidak mengadakan liburan bersama. Bukan tidak ada waktu, mungkin egois aku tidak memikirkan kebahagiaan anak dan istri di saat liburan sekolah anak maupun liburan pasca Idul Fitri. Padahal hari ini pun aku berpuasa Nabi Daud (sehari puasa sehari tidak).
Merajut kebahagiaan itu tidak musti mahal begitu juga tidak mesti berlama-lama, dua, tiga hari juga cukup. Begitu juga objek wisatanya ke pantai atau ke tempat wisata alam juga sudah cukup
Seperti kali ini kami.
Ke Pantai Karang Potong yang berada di Cianjur Selatan Jawa Barat, yang kelak ingin menjadikan kabupaten tersendiri dalam mekanisme DOB (Daerah Pemekaran Baru), ternyata sangat membahagiakan. Untuk daerah Bogor ke Cianjur tidak terlalu jauh hanya kami melalui jalur Sukabumi lewat Geopark Ciletuh lurus hingga ke areal KebunTeh.
Kami berangkat dari rumah satu kendaraan Fortuner cukup 7 orang. Pukul 02 dini hari kami berangkat. Ternyata jalan melalui Sukabumi tidak sebaik yang kami bayangkan. Bebatuan, becek dan jalan berlubang. Pukul 05.30 di Kebun Teh dingin dan berkabut.
Menantu yang membawa kendaraan penuh kehati-hatian selain kabut, tentu suasana dingin sehingga di waktu pukul 06 sekalu pun tanda-tanda terang pun tidak. Temaram alam yang membuat kami berbicara lepas dari banyak guyon.. “bisa tidur kesiangan dan terlambat bekerja, jika cuaca seperti ini”, celetuk anak kami Wulan Pitalaloka Larasati yang menikah tanggal, 19 Desember 2021 lalu.
Dengan kepiawaian Dena Wisnu suaminya Wulan dalem membawa kendaraan mampu menyibak kabut pagi dan mencairkan suasana embun yang menggoda untuk tidur. Dengan perjalanan cukup melelahkan menerobos berbagai Kecamatan di Cianjur Selatan seperti Kecamatan Cibinong, Kecamatan Sindangbarang hingga tiba ke lokasi pantai yang di tuju yaitu Karang Potong Ocean View.
Sungguhlah menggairahkan suasana pantai dengan pemandangan buatan yang cukup indah dan hati kagum. Gairah ombak yang bergulung dan suara berdebur membuat jiwa luruh. Seakan menyimak alunan nyanyian Ebit G. Ade. Bagiku serirang budayawan dan penyair, pemandangan seperti itu luruh ingin segera menggorekan dalam bentuk syair. Untaian kalimat tersusun menjadi puisi indah di bibir pantai.
Kalimat per kalimat akan mampu mengungkapkan makna isi kalbu. Romantis tentu bagi anak dan mantuku yang belum setahun merajut kasih sayang melalui ikatan pernikahan. Begitu juga kami bahagia dengan membawa putri bungsu Tresna Citra Widya Zafaarani. Gadis mungil 10 tahun yang kerap menagih janji karena akan di ajak ke pantai. Ia Tresna penyuka alam, tentu saja penyuka keindahan karena srjak 5 tahun lalu sudah masuk sanggar seni tari. Tidak terbayangkan di hatinya berbahagia karena bersama keluarga pergi mengisi waktu kepenatan di rumah, walaupun Tresna sekolah di MI Muhammadiyah Leuwiliang. Karena anak seusia itu tentu sedang manja-mananya.
Kami pulang esok sore Selasa. Malam ini menginap di hotel kecil mungil cukup tiga orang. Kami menyewa tiga tempat penginapan pinggir pantai. Sangat tersimak suara ombak berdayu-dayu. Angin dingin alami juga AC buatan membuat hidup lebih aman dan nyaman. Suara alam menggoda.
Para pengunjung hilir mudik, berfoto dan juga berduyun-duyun saling berbegangan dan menatap tersenyum lirih. Romantisme seakan tidak ingin berkesudahan. Keindahan alam, ombak berdebur dan angin menyapa penuh kasih sayang membuat keluarga semakin romantis dan seakan kerinduan menyatu di taman surga. Esoknya kami melambaikan tangan berpisah dengan suasana kenangan.
Penulis adalah Budayawan dan sastrawan tinggal di perkampungan. Juga pengurus ICMI serta pendiri banyak yayasan

