Bima Arya Berikan Panggung Utama Bagi Seni Budaya Pencak Silat

oleh -553 views
Bima Arya, Panggung Utama, Seni, Budaya, Pencak Silat

BOGOR (LEAD.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan selalu memberikan panggung utama bagi seni budaya Pencak Silat. Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya saat menghadiri Festival Pencak Silat se-Jawa Barat, di Blok F Pasar Kebon Kembang, pada Sabtu (29/1/2022)

“Insya Allah Pemkot Bogor akan selalu memberikan panggung utama bagi seni budaya pencak silat. Nanti di helaran Hari Jadi Bogor, pencak silat akan ditampilkan terus sehingga bisa lebih berkembang,” ungkap Bima.

Festival yang memperebutkan juara umum Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat (Jabar) itu dilaksanakan 28 – 30 Januari 2022.

Baca :  Penutupan Festival Merah Putih, Bima Arya: Kreativitas Tidak Bisa Dihalangi

Ada sebanyak 430 atlet, baik beregu maupun non beregu yang berasal dari Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Selain itu, juga digelar pula Pesona Pusaka Nusantara diikuti kurang lebih 50 peserta dari tiga provinsi tersebut.

Wali Kota Bogor, Bima Arya yang hadir mengatakan, ikhtiar yang dilaksanakan semua pihak tidak hanya menjaga, melestarikan atau menjaga pencak silat yang merupakan budaya warisan nenek moyang.

“Menjadi tugas kita untuk mengembangkan, memajukan dan mempopulerkan pencak silat yang merupakan warisan, tidak hanya ke Indonesia tapi juga ke mancanegara,” kata Bima Arya.

Baca :  Bima Arya Minta Proyek Pedestrian Sudirman Selesai 25 Desember

Dalam Festival pencak silat itu turut digelar pameran hingga sarasehan. Menurut Bima, hal ini menjadi penting agar para generasi muda tertarik dengan budaya pencak silat, jangan sampai lebih tertarik dengan budaya negara lain.

Wali Kota Bogor itu mengaku bangga dengan para generasi muda Indonesia yang menjadi atlet pencak silat atau pendekar pencak silat yang mampu membanggakan Indonesia.

Ketua IPSI Kota Bogor, Subono Widoyoko dalam sambutan menyebutkan, Festival Pencak Silat ini sebagai kegiatan pelestarian budaya.

“Sebagai Ketua IPSI dan panitia merasa terpanggil, pencak silat pada tanggal 12 Desember 2019 telah diakui oleh UNESCO sebagai budaya tak benda. Untuk itu masyarakat perlu mempertahankan, melestarikan dan mengembangkan festival ini agar tetap menjadi milik bangsa Indonesia,” tegas Subono.

Baca :  Pembangunan Bumi Ageung Batutulis, Bima Arya Minta Masukan Budayawan

Apresiasi disampaikan Subono kepada pihak-pihak yang ia sebut ‘ABG’ (Academician, Business dan Government) yang telah berkolaborasi memberikan dukungan maupun motivasi sehingga kegiatan berjalan dengan baik.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *