LEAD.co.id | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan peralatan untuk mempermudah distribusi logistik di Kabupaten Bogor yang merupakan jumlah pengungsian tertinggi akibat bencana banjir dan longsor.
“Masing-masing daerah mendapatkan bantuan tambahan berupa 1 unit Perahu Katamaran, 4 unit dayung, dan 1 unit mesin perahu 25 PK,” ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo dalam siaran pers, Sabtu (11/1/2020).
Pihaknya menyebutkan, berdasar data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada hari Sabtu, 11 Januari 2020 pukul 06.00 WIB, menunjukan jumlah pengungsian tertinggi berada di Kabupaten Bogor sejumlah 15.003 jiwa, dan yang terendah di Jakarta Timur sejumlah 29 jiwa.
Sedangkan tujuh wilayah sudah tidak ada pengungsi, antara lain Kabupaten Bekasi, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Kota Bogor.
Masyarakat dihimbau untuk selalu siap siaga dengan membuat rencana antisipasi bencana, mencatat nomor telepon penting, membentuk komunitas siaga bencana dengan melakukan kegiatan gotong royong seperti kerja bakti.
Selain itu, lanjut dia, agar menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul aman, mempersiapkan perbekalan untuk tiga hari dengan Tas Siaga Bencana, mengamankan dokumen penting serta segera laporkan jika ada kerusakan atau tanggul bocor ke Kelurahan/Kecamatan/BPBD terkait.
Menurutnya, bencana adalah urusan bersama dan merupakan peristiwa yang berulang. Karenanya potensi bencana besar pasti akan terjadi namun kita tidak pernah tahu kapan waktu akan terjadinya.
“Semua pihak harus terlibat dalam upaya menyelamatkan nyawa manusia dari bencana,” tegasnya. (BNPB/Red)





