Bogor dan Tenun Dalam Pesona Munasain

oleh -996 views

BOGOR (Lead.co.id) – Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasain) merupakan satu-satunya museum tentang sejarah alam Indonesia yang menampilkan informasi lengkap dan terkini tentang Sumber Daya Hayati Nusantara dan tipe ekosistem. Di dalam museum ini terdapat juga alat tenun, serta kain tenun, selain itu kita dapat mengetahui mengenai definisi tenun.

Tenun merupakan suatu teknik pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip sederhana, yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Penggabungan ini dilakukan secara terus menerus sampai menjadi helaian kain.

Bahan dasar untuk pembuatan tenun awal mulanya menggunakan bahan-bahan yang ada di alam, seperti kapas (Gossypium sp) dan kepompong ulat sutera (untuk membuat benang sutera dan benang emas). Pewarna alami bisa menggunakan bahan dari tumbuhan seperti akar, rimpang, kayu, kulit kayu, daun, bungan, buah dan biji.

Baca :  Polsek Tanjungsari Bekuk 2 Begal Motor

Jenis tumbuhan yang bisa digunakan antara lain, indigo (Indigoferasp) untuk warna biru, kunyit (curcuma longa) untuk warna kuning, secang (caesalpinia sappan) warna merah, akar mengkudu (morinda citrifolia) merah muda.

Didalam museum pada lantai 1 ini terdapat 2 buah alat tenun, alat tenun terdiri dari alat tenun tradisional (gendong) dan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Alat tenun yang memiliki nama gedogan ini adalah alat yang digunakan pertama kali untuk proses pembuatan kain tenun, bila ditarik dari sejarah, alat ini diyakini sudah digunakan sejak era neolitikum karena dari hasil penelitian ditemukan alat-alat seperti cap tenunan, alat untuk memintal dan bahan kapas

Baca :  Bikin Resah, Kajian Dampak Summarecon Bogor Dipertanyakan

Selain itu ditemukan juga pahatan pada batu ukir yang menggambarkan seorang wanita sedang menenun menggunakan alat gedogan. Alat tenun kedua merupakan alat tenun tradisional yang dikembangkan namun masih dengan prinsip serta carapembuatan yang sama 

Perbedaan paling mencolok dari Gedogan dan alat tenun bukan mesin dapat dilihat dari segi bentuk, Jika pada alat tenun tradisional gedogan pengrajin diharuskan duduk berselonjor dengan ujung kaki yang menahan alat maka pada alat tenun bukan mesin cenderung lebih besar yang ditopang oleh kaki-kaki yang membuatnya dapat digunakan saat posisi duduk atau berdiri.

Baca :  Waspada Bencana, PKK Bogor Ajak Lestarikan Lingkungan

Selain terdapat mesin tenun di museum ini juga terdapat kain tenun yang dipamerkan didalam museum. Seni menenun berkaitan erat dengan, pengetahuan, budaya, kepercayaan, lingkungan alam dan sistem organisasi sosial di beberapa daerah di indonesia.

Oleh karena itu senin tenun di masing-masing daerah memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan budaya masyarakat setempat.

Penulis: Ana Siti Septia, Desi Hermawati
Mochammad Afdhal Virgieawan, Sophi Mulia, Rizki Kurniawan