BOGOR (LEAD.co.id) – Budhy Setiawan, Wakil Ketua Umum Karang Taruna Nasional yang menjabat sebagai anggota DPR RI ini turut serta dalam kegiatan khitanan massal yang diadakan Karang Taruna Kelurahan Kedung Badak, pada Minggu (29/12/2019). Keterlibatan Budhy ini bertepatan dengan masa reses sidang DPR RI yang berlangsung hingga 10 Januari 2020.
“Mengelola isu sosial harus lebih mengutamakan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia. Masyarakat adalah aktor utama, yang perlu dilibatkan secara aktif dalam menyelesaikan persoalan,” kata Budhy.
Menurut Budhy, untuk mencapai visi “Negara Kesejahteraan 2045” menuju Indonesia yang bersatu, maju, mandiri, adil dan sejahtera diperlukan perubahan paradigma mendasar dalam mengelola isu sosial.
“Masyarakat jangan selalu dipandang sebagai obyek, tetapi juga menjadi pelaku aktif yang terlibat dalam menyelesaikan masalah sosial, seperti kemiskinan, kesehatan dan pendidikan,” tukas Budhy.
Sementara itu, berkaitan dengan kegiatan khitanan massal, Asep Churosani selaku Ketua Karang Taruna Badak Tansa menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat yang diikuti lebih dari 500 orang warga se-Kelurahan Kedung Badak. Setelahnya, disusul kegiatan khitanan massal dan lomba tumpeng. Akhir kegiatan ditutup oleh hiburan rakyat, bazar dan pembagian doorprize.
“Alhamdulillah khitanan massal hari ini telah diikuti oleh 25 anak dari 8 RW di lingkup Kelurahan Kedung Badak dan kang Budhy Setiawan membantu fasilitasi terselnggaranya kegiatan ini,” tutur Asep.
Bagi Karang Taruna Badak Tansa, kegiatan ini merupakan yang pertama semenjak pergantian kepengurusan. Asep pun berharap agar ke depan kegiatan semacam ini dapat lebih berkesinambungan.
“Kita tidak ingin sekedar berwacana, tetapi juga ingin menghadirkan gerakan nyata sesuai dengan apa yang menjadi keinginan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Kedung Badak,” imbuh Asep.
Melibatkan kerjasama dengan Rumah Sakit Islam dan Dinas Sosial Kota Bogor, acara ini juga dihadiri oleh Eka Wardhana selaku Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Partai GOLKAR.
Menurut Eka, kegiatan pemberdayaan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak harus selalu menunggu program pemerintah. Organisasi sosial masyarakat seperti Karang Taruna harus menjadi inisiator, sehingga dapat memacu semangat elemen masyarakat lainnya.
“Permasalahan sosial di Kota Bogor tidak mungkin ditangani hanya oleh Pemerintah Kota, karena sangat terbatas personil maupun pendanaan yang dimiliki,” ungkap Eka yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kota Bogor periode 2003 – 2006.
Eka menaruh harapan besar kepada masyarakat Kota Bogor untuk aktif terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, APBD Pemerintah Kota Bogor telah cukup disiapkan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan sosial yang terkait dengan kesehatan dan pendidikan.
“Kami siapkan APBD yang cukup, jadi Insya Allah mampu mendorong penyelasaian masalah sosial yang ada utamanya terkait pendidikan dan kesehatan sehingga mampu mewujudkan visi dan misi Kota Bogor,” kata Eka.
Reporter: Sally Sumeke
Editor : Aru Prayogi





