Site icon LEAD.co.id

Budhy Setiawan Ungkap Peluang dan Tantangan bagi Generasi Muda

Budhy Setiawan, Peluang, Tantangan, Generasi Muda

Budhy Setiawan, anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI)

LEAD.co.id | Keterlibatan generasi muda sangat penting dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia. Hal ini disampaikan olah anggota MPR RI, Budhy Setiawan dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan, di Hotel Bydiel, Kabupaten Cianjur, pada Rabu (18/11/2020).

“Sekitar 10 hingga 20 tahun lagi, kita mengalami bonus demografi yang potensi tersebut jika dibina dengan baik dapat semakin menguatkan kita sebagai suatu bangsa yang besar,” papar anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) ini.

Menurut Budhy, empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika adalah pondasi fundamental bernegara yang wajib dipahami dan terus dipupuk terutama oleh para pemuda yang merupakan generasi penerus Indonesia.

Namun demikian, kata dia, tantangan generasi muda saat ini dihadapkan pada ketatnya persaingan global dan kemajuan teknologi. Karenanya, Generasi muda perlu beradaptasi dengan perubahan yang semakin cepat dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan local dan budaya di masing-masing tempat.

“Kemajuan teknologi internet misalnya, perlu dioptimalkan fungsinya untuk terus mengkampanyekan nilai-nilai rasa cinta tanah air, memupuk rasa persatuan dan semangat gotong-royong bangsa kita,” papar Budhy.

Peluang dan Tantangan bagi Generasi Muda

Dalam kesempatan ini, Budhy juga menyampaikan tentang peluang dan tantangan di bidang pertanian bagi generasi muda. Menurutnya, Indonesia saat ini semakin sedikit regenerasi petani mudanya.

“Profesi petani sudah jauh dari mimpi generasi muda,” tambah Budhy yang merupakan anggota Komisi IV DPR RI, membidangi urusan pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan.

Selain itu, maraknya pemakaian pupuk dan pestisida non-organik, juga penggunaan benih hibrida secara terus menerus dapat mengancam kelestarian ekosistem yang lambat laun dapat menurunkan kesuburan tanah dan produktifitas kita.

Oleh karena itu, kata dia, penting bagi para generasi muda melacak kembali pengetahuan tradisional dan kearifan lokal yang dulu pernah dipakai para generasi pendahulu dalam mengelola lahan pertanian.

“Keunggulan komparatif Indonesia berupa tanah yang subur, keanekaragaman jenis, dan lahan yang luas dapat semakin memajukan produktifitas pertanian Nasional,” pungkasnya.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

Exit mobile version