Oleh: Dr Apendi Arsyad
Subhanallah, wallahu akbar, Ahad pagi yang cerah, bertepatan tgl 17 Mei 2026,saya mendapat kiriman postingan Bung Taswin Nasution (73 thn) yang baru seminggu lalu berpulang ke rahmatullah. Beliau sedang mengajar dan mendidik anak-anak kampung yang bermukim di sekitar rumahnya di Desa Candali, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
Cukup lama saya amati gambar Bung Taswin mengajar mengaji anak-anak kampung di Sekolah PAUD yang almarhum dirikan belasan tahun lalu bersama isterinya yang setia dan mencintainya. Mbak Dian, gadis cantik putri asli kampung tersebut yang dipersunting oleh Bung Taswin sekitar 16 tahun lalu.
Gambar Bung Taswin yang sedang mengajar mengaji Al Quran itu diposting oleh sahabatku dan sahabat kental alm. Bung Taswin, bernama Mansyur Abdullah, yang Mukim di Kecamamatan Kemang, Bogor juga.
Terima kasih kang Mansyur, atas share gambarnya. Mengingatkan akan dinamika pergaulan saya dan anda bersama almarhum Bung Taswin yang penuh aneka warna, ada hitam, abu-abu dan juga putih sebagaimana yang saya lihat kehidupan Bung Taswin di video postingan kang Mansyur ini.
Terus terang saya AA sungguh terharu, melihat styling and gusture alm. Bung Taswin menghadapi belasan anak balita di sekolah PAUD yang didirikannya bersama isterinya mbak Dian. Sungguh saya tak menyangka, sosok alm Bung Taswin semasa mudanya “gagah perkasa”, “petarung yang gigih”, punya pergaulan yang cukup luas dengan kalangan elite politik lokal, aktivis pemuda AMS, DPD KNPI, Gapensi, Kadinda, etc, juga seorang kontraktor jasa konstruksi yang sering menang tender proyek-proyek bangunan gedung, jalan dan jembatan, serta pengadaan barang di Pemda Kabupaten/Kota Bogor.
Itu setahu saya AA didalam pergaulan saya dengan almarhum dan kang Mansyur. Kedua orang ini, bersahabat baik, dengan pertemanan yang saling membantu dan menolong. Kita juga tahu dinamika persaingan mendapatkan dan memperebutkan proyek-proyek Pemda ketika itu, mungkin juga hingga sekarang, zaman Now, tidaklah muda, penuh “intrik dan sejumlah godaan”.
Alm Bung Taswin menjalani proses persaingan tsb dengan banyak warna ” abu-abu” bahkan “hitam” dikerjakan agak terpaksa, karena tuntutan kebutuhan ekonomi keluarga dan membantu kehidupan sosial seperti mendirikan sekolah PAUD dengan memberi makan-makan anak-anak balita setelah mengaji Al Quran di sekolah PAUDnya, juga Bung Taswin, yang saya kenal orangnya mudah berbagi rezeki, sosok dan vigur dermawan antar sesama temannya, termasuk saya.
Sore kemaren Sabtu 16/5-2026, kang Mansyur menelpon saya AA, kami saling bertukar infokom jalannya dinamika kehidupan sosial, diantaranya kami ngobrolin tentang kehidupan Bung Taswin, sahabat kentalnya, bahwa beberapa tahun terakhir sebelum Bung Taswin wafat, kang Mansyur bercerita bahwa almarhum Bung Taswin sangat dekat dengan Allah SWT, rajin beribadah, bahkan mengajar mengaji anak-anak kampung di sekitar tempat tinggalnya.
Almarhum Bung Taswin telah mendirikan sekolah PAUD sebagai tempat isterinya mengajar, mbak Dian isterinya alm, sudah disekolahnya dan alhamdulillah mbak Dian tammat sarjana S1 dan S2 program studi Pendidikan di Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, dan banyak lagi cerita “unik-unik” yang menarik dan berkesan, narasi tentang alm. Bung Taswin, yang menurut saya bagus untuk menjadi bahan pelajaran kehidupan kita. Salah satu diantaranya, di akhir perjalan hidup alm Bung Taswin, beliau menyudahi kehidupannya di dunia dengan berbuat kebajikan dan amal sholeh, dengan membantu warga masyarakat di sekitarnya. Banyak hal yang telah dikerjakan alm Bung Taswin, kata kang Mansyur selain beliau mendirikan sekolah PAUD, juga memperbaiki mushollah dekat rumahnya, membangun jalan dll.
Pagi, Ahad 17/5-2026, saya mendapat postingan video, dimana Alm Bung Taswin sedang mengajar mengaji Al Quran belasan anak balita di Sekolah PAUDnya bersama isterinya mbak Dian, dimana mereka hidup saling mencintai. Saya pun terharu dan meneteskan air mata, berlinang dipipiku, mengenang di penghujung kehidupan alm. Bung Taswin, yang menurut saya AA, almarhum, menjalani kehidupan akhir yang baik (husnul khotimah), sesuatu yang teramat indah, dan kita pun mendambakannya, insyaAllah.
Sekian dan terima kasih, akhirulkalam, semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menolong hamba-hambaNya yang beriman, bertaqwa, gemar berbuat kebajikan dan mencegah kemungkaran dan mempercayai kehidupan akhirats, InsyaAllah kita selamat hidup di dunia-sejahtera dan diakhirat-penghuni syurga jannatunnaim, Aamiin-3 YRA
Rabbana atina fiddunya hasanah, waqina azabannar.
Al Fatihah.. buat sahabat kita alm. Bung Taswin yang telah mendahului kita…
Gallery and Ecofunopoly, Kp Wangun Atas Rt 06 Rw 01 Kel Sindangsari BotimCity, West Java, Ahad 17 Mei 2026.
Penulis adalah Dosen, Konsultan, Pegiat dan Pemerhati serta Kritikus Sosial melalui Tulisan-tulisanya di Media Sosial

