In Memoriam Kanda Mulyadi P. Tamsir

0
In Memoriam, Mulyadi Tamsir, Ahmad Zacky Makarim
Ketua Umum PB HMI Periode 2016-2018, Mulyadi P. Tamsir

Oleh: Ahmad Zacky Makarim

Sabtu Sore, 9 Januari 2021, saya dikejutkan dengan berita jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Berita itu saya lihat pertama kali di media sosial. Namun, ada yang membuat saya kaget. Bahwa salah satu penumpangnya adalah Ketua Umum PB HMI 2016-2018, Mulyadi P. Tamsir.

Seketika, linimasa Whatsapp (WA) dipenuhi pesan instan berjatuhan seperti hujan lebat. Utamanya di grup para kader HMI se-Nusantara. Membahas apakah benar Kanda Mulyadi (disapa: Bang Mul) menjadi salah satu korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya atau tidak.

Perasaan was-was, gelisah, dan khawatir menyelimuti hati kami para kader HMI di Indonesia maupun luar negeri. Mata saya harus berkejar-kejaran dengan berita yang silih berganti di layar kaca. Karena kita semua cemas bahwa Bang Mul telah meninggal dunia pada peristiwa itu.

Tidak lama berselang, saya melihat Bang Arief Rosyid (Ketua Umum PB HMI 2013-2015) melalui akun instagramnya, langsung bergerak cepat mendatangi Bandara Soekarno-Hatta. Untuk memastikan kebenaran informasi penumpang Sriwijaya SJ-182. Terlihat bersama beliau adalah Kanda Arya Kharisma Hardy, Pj. Ketua Umum PB HMI.

Setelah dikonfirmasi, hasilnya valid bahwa Bang Mulyadi adalah salah satu penumpang Sriwijaya SJ-182 Rute Jakarta – Pontianak (CGK-PNK). Bersama dengan istrinya, Makrufatul Yeti Srianingsih dan Mertuanya, Ibu Khasanah.

Kabar tersebut telah menjawab kerisauan kita semua. Bahwa salah satu Ketua Umum PB HMI, Bang Mulyadi P. Tamsir, telah meninggalkan kita semua. Selamanya. Peristiwa yang sampai hari ini membuat saya antara percaya dan tidak percaya.

Pesan Bang Mulyadi untuk HMI

Saya tidak menyangka bahwa percakapan dengan Bang Mulyadi pada tanggal 19 – 24 Mei 2020 adalah yang awal dan terakhir. Kala itu, saya mewakili HMI Malaysia mengundang Bang Mulyadi dan Bang Arief Rosyid untuk menjadi pembicara.

Dengan tema acara “HMI and New Normal After COVID-19”. Diselenggarakan pada Jumat, 22 Mei 2020 melalui aplikasi daring pada pukul 20.00 WIB – 22.00 WIB oleh HMI Malaysia.

Sebagai bentuk penghormatan pada Bang Mul, saya ingin berbagi catatan penting soal HMI yang disampaikan oleh Bang Mulyadi pada acara tersebut. Mudah-mudahan bermanfaat untuk seluruh kader HMI di Indonesia maupun di luar negeri.

Pertama, COVID-19 telah mampu mendisrupsi sendi-sendi kehidupan negara. Yang memaksakan kita untuk melakukan perubahan dengan cepat. Perubahan adalah sesuatu yang akan dan pasti terjadi pada kehidupan manusia.

Pada konteks HMI, mau tidak mau, suka tidak suka, HMI harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Jika tidak, justru HMI yang akan tergilas oleh perubahan zaman itu sendiri.

Pandemi COVID-19 harus menjadi kesempatan bagi HMI untuk mengambil momentum dalam melakukan lompatan kemajuan. HMI harus melihat dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, dibalik bencana pasti ada peluang yang bisa diraih. Dan momentum itu hanya datang sekali, tidak dua kali.

Kedua, HMI ke depan harus mulai melakukan digitalisasi organisasi. Ini penting mengingat kita sudah berada di era Industri generasi ke-empat. Ketika zamannya sudah 4.0 maka HMI sebagai organisasi juga harus punya sistem HMI 4.0.

Sistem organisasi di HMI perlu mengedepankan aspek efisiensi dan efektivitas. Melalui aspek teknologi, HMI akan dapat mencapai dua hal tersebut. Pelan-pelan dan bertahap, HMI harus menyelaraskan diri dengan perkembangan zaman.

Ketiga, HMI juga harus mampu melihat tren global mendatang. HMI perlu melihat kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia secara jelas dan komprehensif. Lalu dicari apa implikasinya untuk HMI. Perubahan yang terjadi di belahan dunia penting dibaca dan dipahami oleh kader-kader HMI.

Gerakan ‘HMI Go International’ adalah langkah yang patut diapresiasi oleh banyak pihak. Ekspansi HMI ke luar negeri menjadi terobosan yang sangat baik untuk perkembangan HMI mendatang.

Dengan hadirnya HMI di luar negeri diharapkan akan adanya transfer of knowledge terkait apa yang terjadi di berbagai negara. Pada akhirnya, akan terjadi ruang interkoneksi gagasan antara HMI di Indonesia dan HMI di berbagai negara.

Eksistensi HMI di luar negeri perlu menjadi atensi khusus. Agar bisa menjadi organisasi yang mampu bertahan dalam jangka waktu lama (sustainable). Untuk itu, Kaderisasi menjadi kunci dalam mempertahankan estafet perjuangan HMI.

Keempat, tren kondisi negara pasca COVID-19 akan berubah. Di masa mendatang, masyarakat akan lebih perhatian pada soal kesehatan dan kebersihan. New Normal mengajarkan pada kita bagaimana hidup dengan cara yang baru. Berdampingan dengan virus COVID-19.

Hal ini tentu akan berimplikasi pada aspek perkaderan di HMI. Menjadi tantangan ke depan bagaimana HMI bisa menyiapkan metode-metode kaderisasi yang menawarkan kebaruan dan pembaharuan mendatang.

Penutup

Baca :  Pemulihan UMKM Pasca Covid-19

Apa yang disampaikan oleh Bang Mul di atas menunjukkan perhatian yang besar terhadap HMI. Gagasan dan argumentasinya amat visioner. Bagaimana HMI ke depan harus lebih maju, modern, dan mampu bersaing di kancah internasional.

Tidak hanya itu, Bang Mul juga menunjukkan kesantunan dalam setiap lapis pergaulan. Ini dibuktikan sewaktu saya berbicara dengan Bang Mul melalui pesan instan.

Saya yang saat ini baru merintis perjuangan di HMI, sangat tersanjung dengan keterbukaan Bang Mul terhadap juniornya. Beliau banyak memberikan insight baru kepada saya tentang ber-HMI yang seharusnya.

Bang Mul adalah tokoh aktivis cum mahasiswa cum intelektual cum politisi. Seorang figur yang tidak diragukan komitmen keIslaman dan keIndonesiaannya karena sudah menjadi kader paripurna di HMI. Sosok yang amat mengayomi pada juniornya. Seorang senior yang patut dijadikan sebagai teladan bagi kader-kader HMI.

Perbincangan saya dengan Bang Mulyadi sangat berkesan meskipun hanya berlangsung dalam waktu singkat. 

Tulisan ini adalah salah satu kenangan saya dengan Bang Mulyadi yang kita bisa ambil hikmah dan pelajarannya. Akhir hayat Bang Mul menjadi pengingat bagi kita semua bahwa manusia tidak ada yang tahu kapan akan dipanggil oleh Allah SWT. Tugas kita semua adalah bagaimana menjadi insan kamil yang berbuat amal jariyah sebanyak-banyaknya.

Akhir kata, atas nama HMI Malaysia dan kader-kader HMI di luar negeri turut berbelasungkawa atas kepergian Bang Mulyadi. Jiwa dan raga Bang Mul boleh jadi sudah tiada namun pikiran dan gagasannya akan selalu hidup. Dalam sanubari dan relung jiwa kader-kader HMI hingga akhir hayat.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi ujian ini. Kami berdoa semoga Bang Mul diampuni dosa-dosanya dan diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.

Selamat Jalan Bang Mulyadi P. Tamsir

Penulis adalah Sekretaris Umum HMI Cabang Malaysia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here