Pamekasan, (LEAD.co.id) – Sebagai pemimpin, selain memotivasi juga memberikan arahan dan contoh yang baik pada bawahannya. Hal itu tercermin dari apa yang disampaikan Bupati Pamekasan Badrrut Tamam saat acara pemberian sertifikat pendidik secara simbolis di Mandhapa Agung Ronggosukowati, Selasa (15/02/2022).
Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Mas Tamam memberikan nasehat kepada para tenaga pendidik di wilayahnya untuk memberikan tauladdan yang baik bagi peserta didik.
“Ketauladanan ini menjadi syarat utama kita sebagai guru,” katanya.
Menurutnya, ketauladanan yang dilakukan guru akan lebih membekas kepada para siswa atau murid dibandingkan dengan sebatas menyampaikan pesan positif tanpa memberikan contoh yang positif pula dalam tindakannya sehari-hari.
“Jangan sampai kita melarang buang sampah sembarangan kepada siswa, sementara guru sendiri membuang sampah tidak pada tempatnya. Jangan sampai begitu,” ujarnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dengan aplikasi zoom meeting selama pandemi covid-19, tidak bisa menanamkan tuah positif berupa ketauladanan bagi siswa. Karena antara siswa dengan guru sebatas bertemu dalam dunia maya.
“Akhirnya, zoom meeting itu tidak dapat tuah ketauladanan. Karena hanya bertemu dengan layar, bisa saja sebagian dari kita ini ketika mengajar dengan zoom, bawahannya pakai sarung,” terangnya.
Untuk itu, pria berparas tampan ini meminta, agar para pendidik mampu memberikan contoh positif kepada peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat, guru merupakan orang tua kedua siswa yang harus talaten dalam mendidiknya, mengayomi, serta menasehati dan tindakan yang baik.
“Makanya, Pemkab Pamekasan berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan kepada para guru dengan anggaran sekitar Rp60 miliar per tahun,” tegas dia.
Kemudian, kata dia, guru harus senantiasa mendoakan siswanya dalam setiap sholat dan sujudnya agar ilmunya barokah dan bermanfaat untuk ummat.
Tidak sekadar transfer off knowledge melainkan guru harus transfer off value dengan ketauladanan dan doa untuk anak didiknya.
“Saya ini bukan anak bupati, bisa saja saya tidak jadi bupati kalau bukan karena doa orang tua dan guru. Ayo doakan anak kita dan siswa kita ini. Jangan karena hanya bayarannya segitu, kemudian tidak didoakan, ya semakin jauh rezeki kita,” tegasnya.
“Mudah-mudahan kita semua termasuk orang yang terus berbuat kebaikan dengan mendidik anak-anak kita, menjaga sekolah kita dengan pondasi syukur kepada Allah,” imbuhnya.
Reporter: Moh Hasanuddin
Editor: Aru Prayogi





